3 March 2021, 03:01

Yoyok Sukawi Minta Menparekraf Kembangkan Wisata Olahraga di Semarang

Yoyok Sukawi

Yoyok Sukawi

daulat.co – Anggota Komisi X Yoyok Sukawi mendukung rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang akan mengembangkan destinasi wisata olahraga di Indonesia. Pernyataan Sandi itu sebelumnya disampaikan Hal usai berkunjung ke Mandalika untuk meninjau kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika.

DPSP The Mandalika dikembangkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok.

Yoyok berharap, Kemenparekraf tidak hanya fokus pada Mandalika, melainkan juga wisata olahraga di daerah lain seperti di Semarang, Jawa Tengah yang memiliki sirkuit dengan pemandangan yang indah dan sering digunakan untuk Motocross Grand Prix (MXGP). Even itu merupakan ajang lomba olahraga cukup bergengsi di tingkat Internasional.

“Harapan saya jangan hanya Mandalika namun seperti pak menteri ketahui olahraga hari ini. Olahraga moto sport, banyak sekali sirkuit-sirkuit di daerah. Contohnya di Semarang ada sirkuit yang sering dipakai untuk MXGP untuk kelas Internasional,” ucapnya saat Raker Komisi X dengan Menparekraf Sandiaga Uno yang digelar secara virtual (26/1).

Yoyok menjelaskan, sirkuit moto sport Semarang dekat dengan desa-desa wisata yang apabila diperhatikan akan memberi dampak positif pada perkembangan desa-desa wisata di sekitarnya. Terutama tentunya berkaitan dengan pendapatan masyarakat.

“Kita harus bangkitkan desa wisata secara massif, dengan cara tingkatkan anggaran untuk program desa wisata yang langsung menyentuh ekonomi rakyat di daerah Pak Menteri,” katanya.

Politisi Fraksi Demokrat itu menambahkan, olahraga moto sport masih memiliki kendala birokrasi karena belum adanya regulasi yang mampu menjamin untuk kelancaran aktivitas olahraga terutama bagi peserta dari laur negeri yang kerap kesulitan dalam membawa kendaraannya maupun suku cadangnya masuk ke Indonesia.

“Wisata olahraga dalam hal ini moto sport Indonesia sangat menarik wisatawan asing. Namun sulit sekali regulasinya. Birokrasi peserta untuk keluar masuk Indonesia membawa spare part, membawa mobil, membawa motor dan lain sebagainya itu sangat sulit dan ribet sekali di Bea Cukai maupun di kementerian-kementerian,” ujar Yoyok.

Kemenparekraf diharapkan bisa bersinergi dengan kementerian dalam membuat regulasi, sehingga akan memudahkan dan melindungi peserta dari luar negeri. Dengan begitu, desa-desa wisata yang di daerah yang berdekatan dengan arena balapan akan ikut berkembang.

(Sumitro)

Read Previous

Ahmad Sahroni: Perilaku Ambroncius Ciderai Pancasila & Keberagaman NKRI

Read Next

PT Pertani Terseret Pusaran Suap Bansos Covid-19