15 June 2024, 08:21

Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat 3 Hari Ke Depan

daulat.co – Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto mengatakan bahwa wilayah Indonesia saat ini masih terpantau aktivitas dua Gelombang Atmosfer, yaitu: Rossby Ekuatorial dan Madden Jullian Oscillation.

Guswanto menjelaskan bahwa Rossby Ekuatorial merupakan fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia) sedangkan Madden Jullian Oscillation adalah enomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia.

“Hal ini yang bisa memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah sehingga mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Guswanto di Jakarta, Minggu (27/09).

Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di Pesisir Barat Sumatera, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis beberapa fenomena atmosfer di atas, BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari ke depan, hujan dengan intensitar sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

Periode 27-29 September 2020, sebagai berikut:
– Aceh,
– Sumatra Utara,
– Sumatra Barat,
– Bengkulu,
– Lampung,
– Banten,
– DKI Jakarta (potensi pada tanggal 27 September)
– Jawa Barat,
– Jawa Tengah,
– Kalimantan Barat,
– Kalimantan Tengah,
– Kalimantan Timur,
– Kalimantan Utara,
– Sulawesi Utara,
– Gorontalo,
– Sulawesi Tengah,
– Sulawesi Barat,
– Sulawesi Selatan,
– Maluku,
– Maluku Utara,
– Papua Barat, dan
– Papua.

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, menurut Guswanto, konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang/sore hari, sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta kondisi cuaca signifikan tgl 27 September pada siang/sore hari dengan kondisi relatif menurun untuk 2 hari ke depan (28-29 September 2020).

Masyarakat, lanjut Guswanto, diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

“Kondisi tersebut di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer yang berada di wilayah Indonesia, sementara itu, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya,” pungkas Deputi Bidang Meteorologi.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Indonesia Bangun Kantor Layanan Haji-Umrah di Tanah Suci

Read Next

Menko PMK Minta IDI Lindungi Dokter Penanganan Covid-19