23 May 2024, 16:52

Wali Kota Tanjung Balai Dijebloskan ke Bui

Wali Kota Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai

daulat.co – Wali Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, M Syahrial (MS) akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (24/4/2021). Syahrial ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Kavling C1 Rasuna Said, Jakarta Selatan.

“Untuk kepentingan penyidikan,Tim Penyidik melakukan penahanan pada tersangka MS untuk 20 hari kedepan terhitung dimulai tanggal 24 April 2021 sampai dengan 13 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Kavling C1 Gedung ACLC,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Sabtu (24/4/2021).

Syahrial ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021. Sebelum menjalani penahanan, sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK Syahrial akan lebih dahulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan KPK Kavling C1.

“Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid 19 di lingkungan Rutan KPK,” ucap Firli.

Resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK, Syahrial berjanji akan kooperatif dan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada KPK.

“Saya akan kooperatif memberikan keterangan yang baik dan benar kepada KPK RI,” ucap Syahrial sebelum menaiki mobil tahanan KPK.

Dengan tangan terborgol, Syahrial meminta maaf kepada warga Tanjungbalai atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya. “Ya saya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Tanjungbalai yang sudah saya lakukan,” imbuhnya.

Dalam kasus ini KPK menjerat penyidiknya, AKP Stepanus Robin Pattuju, pengacara Maskur Husain, dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebagai tersangka. KPK sebelumnya telah lebih dulu menahan AKP Stepanus Robin Patujju dan pengacara Maskur Husain.

Robin dan Maskur diduga menerima suap dari Syahrial sebesar Rp 1,3 miliar dari komitmen fee Rp 1,5 miliar. Suap dilakukan agar Stepanus Robin membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tanjungbalai.

KPK menduga ada keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam kasus ini. KPK menduga Azis meminta Stepamus Robin agar membantu mengurus perkara Syahrial di KPK. Azis Syamsuddin dan Syahrial merupakan politikus Partai Golkar.

Tak hanya itu KPK menduga, Maskur juga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Stepanus dari Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka sebesar Rp 438 juta. KPK memastikan akan mendalami penerimaan uang dari pihak lain tersebut.

Atas perbuatannya, Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPCPEN Sebut Larangan Mudik untuk Lindungi Kesehatan Masyarakat

Read Next

Polsek Ulujami Serahkan Bantuan Sembako ke Mak Murwuri, Pemdes Tasikrejo Upayakan Bantuan RTLH 2021