29 May 2024, 12:32

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik Diduga Mengetahui Jual Beli Tanah Munjul

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik - ist

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik – ist

daulat.co – Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik diduga mengetahui proses jual beli tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur antara Perumda Pembangunan Sarana Jaya dengan PT Adonara Propertindo yang berujung rasuah.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami dugaan tersebut saat memeriksa Taufik sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta timur tahun 2019, pada Selasa (10/8/2021).

Taufik diperiksa sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles dan kawan-kawan.

Selain soal proses jual beli tanah di Munjul, tim penyidik juga mendalami perkenalan politikus Gerindra itu dengan salah satu tersangka kasus ini sekaligus Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar (RHI).

“Saksi (M Taufik) dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terkait proses jual beli tanah tersebut dan perkenalan saksi dengan Tsk (tersangka) RHI,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).

Dalam pemeriksaan, sambung Ali, tim penyidik juga mencecar Taufik terkait pembahasan dan pengesahan anggaran untuk Sarana Jaya yang salah satunya dipergunakan dalam pengadaan tanah di Munjul.
Diketahui, KPK sebelumnya menemukan dua dokumen anggaran untuk Sarana Jaya. Total angka yang tertera dalam dua dokumen itu berjumlah Rp 2,6 triliun, yakni SK Nomor 405 sebesar Rp 1,8 triliun dan SK 1684 senilai Rp 800 miliar.

“Tim Penyidik mendalami pengetahuan saksi antara lain terkait dengan pengusulan dan pembahasan anggaran untuk BUMD di Pemprov DKI Jakarta yang salah satunya pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur,” ujar Ali.

Taufik sebelumnya mengaku mengenal Rudy Hartono Iskandar. Namun, Taufik mengeklaim tidak mengetahui perkara korupsi tanah di Munjul. Taufik mengaku baru mengetahui dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp 152,5 miliar tersebut saat ditangani KPK.

“Saya kenal Rudy. Saya enggak tahu Munjul. Tahu Munjul kan waktu ditangani KPK,” ujar Taufik usai diperiksa penyidik pada Selasa (10/8/2021).

Taufik juga membantah bertemu dengan Rudy Hartono dan Yoory untuk membahas anggaran penyertaan modal daerah dari Pemprov DKI kepada Sarana Jaya. “Nggak ada (pembahasan dengan Rudy Hartono). Mana ada dengan pihak swasta. Nggak boleh kan bahas anggaran dengan swasta,” tutur dia.

Diakui Taufik, anggaran untuk Sarana Jaya
diusulkan kepada badan anggaran (banggar) DPRD DKI Jakarta. Namun, pengusulan tersebut dalam bentuk gelondongan bukan per mata anggaran.

Adapun, teknis penggunaannya merupakan tanggung jawab BUMD masing-masing. Karena itu, Banggar DPRD DKI tidak menaruh curiga atas nominal yang diajukan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

“Iya ada, anggarannya ada. Kan banggar itu menetapkan bonggolan anggaran, pelaksanaannya diserahkan ke BUMD masing-masing,” ucap Taufik.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang dan satu korporasi terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Empat orang tersangka itu yakni, Yoory C Pinontoan selaku Dirut nonaktif Perumda Pembangunan Sarana Jaya; Antara Runtuwene selaku Wadirut PT Adonara Propertindo; Tommy Adrian selaku Direktur Adonara Propertindo; dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur yang juga pemilik showroom mobil mewah Rudy Hartono Iskandar. Sementara satu tersangka korporasi yakni PT Adonara Propertindo.

Para tersangka diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp 152,5 miliar. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menhub: Pandemi Tak Menghentikan Reaktivasi Stasiun KRL Pondok Rajeg

Read Next

Grand Design Olahraga Bisa Jadi Jaminan Bagi Anak Muda Untuk Jadi Atlet