23 June 2021, 18:40

Vendor Bansos jadi Kurir Uang Rp 3 Miliar untuk Hotma Sitompul

Hotma Sitompul

Hotma Sitompul

daulat.co – Direktur PT Era Nusantara Prestasi, Go Erwin, mengaku pernah pernah menyerahkan uang sebesar Rp 3 miliar untuk pengacara Hotma Sitompul. Pemilik CV Nurali Cemerlang ini menjadi penghubung penyerahan uang atas permintaan mantan kuasa pengguna anggaran (KPA) di Kementerian Sosial, Adi Wahyono.

Hal itu terungkap saat Erwin memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako terkait Covid-19 dengan terdakwa Adi dan mantan PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/6/2021).

Erwin diketahui merupakan salah satu pengusaha vendor penyedia bantuan sosial sembako terkait Covid-19 yang mendapatkan pekerjaan 307 ribu paket.

“Diminta tolong oleh pak Adi Wahyono. saya juga belum pernah ketemu orangnya, namanya katanya pengacara Pak Hotma,” ujar Erwin saat bersaksi.

Awalnya, kata Erwin, Adi pernah memintanya  untuk menghadap Matheus Joko Santoso dan mengambil titipan uang dalam tas di Apartemen Green Pramuka, Jakarta. Setelah uang diterima, Erwin langsung menyerahkannya ke Adi di Kantor Kemensos.

“Perintahnya Pak Adi untuk bayar pengacara. Akhirnya tanya, ‘Udah ini ada pesanan atas, untuk urusan anak’, tapi saya ngga tau urusan anak apa,” kata Erwin.

Dikatakan Erwin, penyerahan uang dilakukan secara bertahap di kediamannya. Penyerahan pertama senilai Rp 1,5 miliar dalam pecahan campuran rupiah dan dolar Amerika Serikat melalui anak buah Hotma bernama Ihsan. Sisanya, sambung Erwin, diserahkan seminggu kemudian ke Ihsan.

“Saya diminta pak Adi untuk menyerahkan, uang itu jangan dulu semua, karena kerjanya belum beres. ya udah saya serahkan Rp 1,5 miliar dulu ke beliau,” ungkap dia.

Dalam surat dakwaan jaksa KPK, Juliari disebut memerintahkan Adi dan Matheus untuk menyerahkan uang sebesar Rp 3 miliar ke pengacara Hotma Sitompul. Uang itu diperoleh dari fee yang ditarik ke para vendor penyedia paket sembako. Adapun jasa pengacara Hotma terkait kasus kekerasan anak.

Dalam perkara ini, Adi dan Joko diyakini berperan mengumpulkan fee dari para vendor dan menyerahkannya ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Total suap yang diterima Juliari berdasarkan dakwaan jaksa KPK mencapai Rp 32,482 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Hendrik Lawerissa Minta Menteri Bahlil Kedepankan Etika Investasi di Indonesia

Read Next

Besok Diperiksa, KPK Minta Azis Syamsuddin Kooperatif