23 June 2021, 19:41

Vaksinasi Covid-19 Dinilai Langgar Prokes, Gubernur Ganjar Diminta Tanggungjawab

daulat.co – Komisioner Komisi Informasi Propinsi (KIP) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, mengkritik keras Gubernur Ganjar Pranowo atas kejadian kerumunan yang diperkirakan mencapai ribuan orang dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gedung Gradhika Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Rabu 9 Juni 2021.

Padahal, kegiatan percepatan vaksinasi kepada masyarakat melalui program Sentra Vaksinasi Gradhika(SVG) semestinya menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Masyarakat yang mengikuti program vaksinasi justru berkerumun tanpa jarak.

“Apapun alasannya, ini merupakan kecerobohan Pemprov Jateng. Pak Ganjar harus bertanggungjawab, kenapa bisa terjadi pelanggaran prokes. Apalagi ini berada di Kantor Pemerintah, Gubernuran,” tegas Zainal Petir, kepada wartawan, Rabu 9 Juni 2021.

“Ngisin-ngisini (malu-maluin; red), wong biasanya Pak Ganjar ngusiri (mengusir; red) orang-orang yang makan di warung-kecil karena bergerombol. Lha ini malah terjadi di kantor gubernuran,” sambungnya.

Zainal Petir menambahkan, semestinya Pemprov Jateng bisa melakukan vaksinasi ecara breakdown, disebar di beberapa tempatnya bukan terpusat pada satu titik yakni di Gedung Gradhika saja.

“Kan bisa diserahkan ke Pemkot Semarang, yang punya 37 Puskesmas sehingga tidak terjadi pelanggaran prokes karena ada penyebaran banyak tempat vaksin,” ucapnya.

Zainal Petir menekankan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan jika Kabupaten/Kota selain Pemprov mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Sudahlah serahkan kepada Kabupaten/Kota untuk berbagi tugas vaksinasi daripada warga suruh kumpul di Gradhika. Dekatkan pelayanan kesehatan dengan rakyat, ora usah dikumpulke neng Gradhika. Kasihan mereka wong umurnya diatas 50 tahun,” kata Petir.

Ia menyinggung bagaimana vaksinasi yang dilakukan Pemkot Semarang cukup berhasil dan bagus karena tidak terjadi kerumunan massal. Dikatakan demikian karena Pemkot melaksanakannya dengan sistem jemput bola.

“Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang malah jemput bola, lansia diatas 60 tahun bisa difasilitasi di tingkat RW bahkan RT. Tenaga kesehatan dari Puskesmas melakukan pendekatan dengan lurah, RW dan RT. Tentunya melalui koordinasi dari atas, Walikota, DKK dan Camat hingga kebawah. Itu perlu ditiru,” jelas Petir.

Masyarakat berkerumun di Gedung Gradhika untuk mengikuti vaksinasi Covid-19

Di sisi lain, ia mengapresiasi kesigapan aparatus dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari Semarang dan Propinsi yang bergerak cepat mengatasi kerumunan massa di lokasi vaksinasi.

Dari informasi yang didapatkan KIP, kata Zainal Petir, percepatan vaksinasi kepada masyarakat Jawa Tengah melalui program Sentra Vaksinasi Gradhika (SVG), ditargetkan sebanyak 1000 penerima vaksin setiap hari.

Vaksin sendiri dimulai sekira pukul 07.00 -14.00 dan dimulai sejak tanggal 8 Juni hingga akhir Desember 2021.

“Kalau tidak ada evaluasi dan perbaikan bisa terjadi cluster baru gubernuran,” pungkas Zainal Abidin Petir.

(Faqih Noormansyah)

Read Previous

KPK Endus Dugaan Suap Pemeriksaan Pajak Bank Panin

Read Next

Renny Astuti Pertanyakan Data Pertumbuhan & Ekspor Pertanian Kementan, Siapa Yang Menikmati?