7 March 2021, 00:13

Ustadz Abdul Somad Isi Ceramah di KPK, Pegawai Anti Rasuah Bakal Diperiksa

Ustadz Abdul Somad di KPK

daulat.co – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, mengatakan jika kehadiran Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi kajian di kantornya pada Selasa siang, 19 November 2019, bukan undangan resmi secara kelembagaan.

Lantaran UAS bukan undangan resmi secara kelembagaan, dalam prosesnya pimpinan KPK sempat mencegah kehadiran Ustaz Abdul Somad untuk mengisi kajian.

“Kalau Ustaz Somad sama sekali bukan lembaga. Jadi ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Dzuhur undang Ustaz Somad. Bahkan sebelumnya malamnya diberitahu, sebetulnya pimpinan sudah mencegah,” ungkap Agus Rahardjo, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Diakui Agus, sebelum UAS ceramah di KPK atau malam harinya, pimpinan sudah diberitahukan. Sebab itu, kata Agus, pimpinan KPK sempat meminta agar tak mengundang UAS.

“Malamnya kita diberitahu ada UAS mau kajian Dzuhur. Kita sudah jangan, jangan diundang,” ucap Agus.

Dalih Agus, pencegahan itu dimaksud bukan mengenai kapasitas ilmu UAS. Tetapi lantaran UAS termasuk yang berpihak saat Pemilu 2019. Agus berdalih hal itu untuk menjaga KPK tak dinilai berafiliasi politik tertentu.

“Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau. Kami mengharap kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu,” ujar Agus.

Lebih lanjut dikatakan Agus, sekelompok pegawai yang sampaikan undangan tausiah untuk mengisi kajian Zuhur itu bukan dari Wadah Pegawai (WP) KPK, melainkan organisasi lain yang disebut Agus sebagai Badan Amal Islam KPK (BAIK).

“Bukan (WP KPK), ada sekolompok. Di KPK ada organisasi BAIK,” ujar Agus.

Di sisi lain, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq pada hari ini juga hadir ke lembaga antirasuah untuk mengisi tausiah. Menurut Agus, kehadiran Gus Muwafiq berbeda dengan UAS.

“Kalau yang hari ini itu memang sudah direncanakan pimpinan sejak lama. Jadi beda ya, yang kemarin ada beberapa orang yang mengundang kajian Zuhur, lalu sebetulnya tak disetujui pimpinan. Kalau yang hari ini memang programnya pimpinan,” ujar dia.

Lantaran bukan undangan lembaga, kata Agus, pegawai yang mengundang UAS akan diperiksa. “Ya itu nanti kepada pegawainya kami periksa,” tandas Agus.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Berikut Cara Bekraf Tingkatkan Kualitas UMKM

Read Next

Bagi Investor, Regulasi Jelas Akan Confident