8 March 2021, 17:36

Unggul Pada Tiga Debat Cakada Minut, Akademisi Nilai JGKWL Cetak Hattrick

Pasangan Calon Bupati Joune Ganda dan Calon Wakil Bupati Kevin W Lotulung (JGKWL) pada Pilkada Minahasa Utara -ist

daulat.co – Akademisi FISIP Universitas Sam Ratulangi, Maxi Egeten, menilai performa pasangan calon bupati Joune Ganda dan Calon Wakil Bupati Kevin W Lotulung (JGKWL) pada Debat Ketiga Pilkada Kabupaten Minahasa Utara, Selasa, 24 November 2020 sangat apik.

Pasangan JGKWL pada debat kali ini disebutnya melengkapi performa apik dalam dua debat sebelumnya. Pasangan nomor urut 2 itu berhasil memaparkan visi misi jelas dan terukur sebagaimana di debat pertama dan kedua.

“Performa JGKWL di debat ketiga sangat apik melanjutkan dua debat sebelumnya,” kata Maxi Egeten kepada wartawan, Rabu 25 November 2020.

Diketahui, debat ketiga yang digelar penyelenggara Pilkada Minut mengangkat tema reformasi birokrasi, strategi pendidikan, budaya dan etika memperkokoh NKRI, serta menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan provinsi dengan nasional.

Dalam kesempatan itu, Joune Ganda berbicara tentang konsep Minut Culture Hub untuk mengangkat kebudayaan daerah secara menyeluruh dan memunculkan semua potensi. Joune Ganda juga menyatakan akan menyusun pokok pikiran kebudayaan daerah dk Minut dengan melakukan penggalian budaya, pelestarian, dan pengembangan.

“Kita kembangkan itu semua. Generasi muda akan dilibatkan sehingga mereka mengenal Minut Culture Hub,” ujar Joune Ganda seraya mencontohkan salah satunya alat musik Kolintang yang harus dikenalkan dan dikembangkan oleh para pemuda.

Sementara mengenai reformasi birokrasi, Joune Ganda menegaskan akan memerangi korupsi. Kata dia, birokrasi pemerintahan harus pro rakyat, segala jenis pungutan dihapus, jual beli jabatan dihilangkan, penempatan ASN sesuai kompetensi.

Di sisi lain, calon wakil bupati Kevin W Lotulung menambahkan bahwa reformasi birokrasi akan bersinergi dengan pemerintah pusat sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan. Ia memastikan pentingnya menutup setiap celah terjadinya korupsi.

“Dan kami pastikan tidak boleh ada korupsi di setiap sinergitas dengan pusat dan daerah,” tegas Kevin W Lotulung.

JGKWL tercatat sebagai satu-satunya yang berbicara tentang Merdeka Belajar dan menjelaskan empat pokok kebijakan. Joune Ganda dengan fasih menjelaskan tentang kebebasan untuk berinovasi dan mandiri sekaligus menjamin kemudahan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar, disertai keadilan dalam proses pendidikan.

Menariknya, JGKWL menjamin akan meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia pendidikan. Pasangan ini berjanji akan melanjutkan perjuangan  Maria Walanda Maramis dengan memperkuat peran wanita dalam pendidikan. Termasuk pendataan di dunia pendidikan, khususnya bagi pelajar difabel akan didata kemudian dikelompokkan dan mendapat perlakuan khusus dengan sistem pendidikan.

“Program pengamanan pendidikan kita mulai dari pendataan. Setiap orang yang difabel akan didata. Kemudian dilakukan pengelompokan untuk diberikan pendidikan. Dan, tugas bupati adalah menyediakan semua kebutuhan untuk pendidikan,” ujarnya.

Soal NKRI, Joune Ganda mengatakan akan menciptakan masyarakat yang penuh toleransi yang sejahtera. Bagaimanapun masyarakat akan harmonis ketika dalam kondisi sejahtera dan diperlakukan dengan adil di tengah era keterbukaan. Nilai-nilai budaya dan toleransi akan dimulai dari setiap rumah, karena setiap rumah ada orang tua dan orang tua adalah guru.

“Kami adalah harapan baru menuju kemajuan dan kesejahteraan. Minut itu kaya, rakyatnya berhak sejahtera, kami akan menghapus korupsi, kami perluas manfaat untuk orang banyak,” jelasnya.

Secara keseluruhan, performa JGKWL dinilai bisa mendongkrak pemilih yang saat ini banyak yang sudah rasional. Max Egeten menilai pasangan nomor urut 2 mampu menjabarkan alasan dan faktor-faktor yang menyebabkan mereka membuat sebuah keputusan.

Meski demikian, JGKWL sebenarnya juga mampu meraih simpati pemilih yang emosional seperti janjinya. akan melibatkan kaum perempuan di dunia pendidikan hingga melanjutkan perjuangan tokoh sekaligus pahlawan nasional Maria Walanda Maramis.

“Calon pemimpin yang mampu memberikan hal-hal baru dan ide-ide segar di masyarakat itu akan lebih disukai dan dipilih. Apalagi jika ide itu progresif dan menarik,” ujar Max Egeten.

(Sumitro)

Read Previous

Menteri KKP Edhy Diduga Terlibat Suap Penetapan Calon Exportir Benih Lobster

Read Next

Pilkada Pemalang, PAN Sebut Kader Dukung AMAN Sebagai Pengecut