11 April 2021, 10:59

Ulama Aceh Berharap Menag Bawa Kesejukkan Untuk Indonesia

daulat.co – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mendapat pesan khusus dari para ulama di Provinsi Aceh. Pesan ini disampaikan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh Tgk H Marhaban Bakongan saat acara Silaturahim Menag bersama Ulama dan ASN Kemenag Aceh di Asrama Haji Aceh, Minggu (17/11).

“Kami nitip pesan, semoga dalam melaksanakan tugas keagamaan, Bapak dapat membawa rasa sejuk ke seluruh Republik Indonesia, Kami mendukung dan berdoa semoga dalam mengemban amanah, semua bisa mendapatkan kesejukan dan hati Bapak penuh rasa kesabaran,” katanya.

Menurut Tgk Marhaban, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakon kompleks. Bangsa yang majemuk ini tengah dihadapkan pada kemerosotan akhlak. Fitnah juga banyak beredar di media sosial. 

“Kami merasa lega setelah mendapat penjelasan langsung dari Bapak terkait berbagai hal yang berkembang di media sosial,” ujarnya. 

Sebelumnya, dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi di Universitas Syiah Kuala, Menag menjelaskan berbagai persoalan yang muncul terkait kebijakan Menag. Ditegaskan bahwa Menag tidak pernah melarang cadar dan celana cingkrang. Klarifikasi ini melegakan ulama dan masyarakat Aceh. 

Menag juga menyampaikan tugasnya sebagai Menteri Agama, tidak hanya membina umat Islam, tapi juga umat agama lainnya, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Menag mengapresiasi kerukunan masyarakat Aceh dan itu tidak terlepas dari kontribusi ulama dan tokoh agama. 

“Saya dapat laporan dari Pangdam yang sudah tugas di banyak tempat. Katanya, Aceh paling aman dan kondusif,” jelasnya.

Hal senada dilaporkan Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh. Menurutnya, kerukunan di Aceh sangat kondusif dan itu hasil dari kerjasama tokoh lintas agama. “Tahun 2018, Aceh meraih Harmony Award Nasional,” ujarnya.

Menag berada di Aceh sejak kemarin. Dijadwalkan Menag besok akan meresmikan gedung FISIP UIN Ar Raniry sebelum bertolak ke Jakarta. 

Tampak hadir mendampingi Menag dalam kesempatan ini yakni Staf Khusus Menag, Munajat, Kapus Lektur M Zein, dan Sesmen Khairul Huda Basyir.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Menag Ingatkan ASN Tak Melanggar SKB Radikalisme

Read Next

Komisi VIII Minta Kemenag Optimalkan Media Digital