27 May 2024, 13:37

Ujian Madrasah 2021 Ditiadakan, Kelulusan Siswa Ditentukan Tiga Hal Ini

dok Madrasah Aliyah Matholi'ul Huda Troso

dok Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Troso

daulat.co – Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tahun 2021 ditiadakan, baik tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA). Keputusan ini diambil Kementerian Agama (Kemeng) rangka ikut mencegah potensi penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19.

Peniadaan ujian sekolah dibawah Kementerian Agama ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang telah membatalkan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan pada tahun 2021.

Keputusan Mendikbud itu tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 1 Februari 2021.

“UN di MTs dan MA ditiadakan. Kementerian Agama juga tidak melaksanakan UAMBN,” kata Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.

Dijelaskan, sejalan dengan peniadaan UN dimaksud, kelulusan siswa akan ditentukan menjelaskan telah mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Pendis No B.-298/DJ.I/ PP.00/02/2021 tentang Penyelenggaraan Kelulusan dan Kenaikan Kelas Siswa madrasah.

Pertama menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, kedua memperoleh nilai sikap/perilaku minimal ‘Baik’ dan ketiga mengikuti Ujian Madrasah (UM) yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (madrasah).

“Ujian Madrasah merupakan ujian akhir program yang dilaksanakan pada siswa kelas akhir pada setiap jenjang madrasah dari tingkat MI, MTs, dan MA,” ucapnya.

Ali yang juga mantan Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menambahkan, ujian madrasah pada masa pandemi Covid-19 harus tetap menerapkan protokol kesehatan serta menjaga keselamatan, kesehatan, dan keamanan warga madrasah.

Pihaknya juga telah mengeluarkan SK 752 Tahun 2021 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan UM. SK mengatur, bahwa UM dapat diselenggarakan dalam bentuk tes tulis, ujian praktik, penugasan, portofolio nilai rapor semester sebelumnya dan tugas harian yang ada, atau bentuk lain yang memungkinkan dapat dilakukan oleh madrasah di masa pandemi.

Mengenai penentuan kenaikan kelas pada pembelajaran di Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19, Ditjen  Pendis telah mengaturnya. Pertama bahwa ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dari nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring atau luring dan/ atau bentuk kegiatan penilaian lainnya yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Kedua, ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh. Dan, ketiga rumus perhitungan nilai kenaikan kelas pada semua tingkatan madrasah.

(M Nurrohman)

Read Previous

PDAM Tirta Mulia Rayakan HUT Ke-28 Dengan Menggelar Tahlilan & Doa Bersama

Read Next

Dari Periode 2016 – 2019, Aldi Lanjutkan Lagi Estafet Kepemimpinan KNPI Pemalang Periode 2021 – 2024