19 June 2024, 18:48

Tugas dan Fungsi Kementerian PPPA Diperluas

daulat.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan bahwa dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak telah menyetujui usulan KemenPPPA yang selama ini tugas dan fungsinya hanya sebatas koordinasi dan sinkronisasi kebijakan ke depan bisa melaksanakan implementasi.

“Tadi sudah ada arahan Bapak Presiden akan diperluas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2015 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tusinya tidak hanya koordinatif saja, tetapi ke depan bisa melaksanakan implementasi,” kata Gusti Ayu usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/1).

Sebelumnya Menteri PPPA menyampaikan keterbatasan wewenangnya saat berbicara masalah penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena sesuai Perpres No. 59 Tahun 2019 itu tugas dan fungsinya hanya sebatas koordinasi dan sinkronisasi kebijakan.

Sementara di sisi lain sebagaimana disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada ratas tersebut, jumlah kasus kekerasan pada anak, baik kekerasan seksual, kekerasan emosional, kekerasan fisik maupun penelantaran yang dilaporkan oleh sistem pelaporan SIMFONI-PPA selama 2015-2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan pada tahun 2015 tercatat 1.975 dan meningkat menjadi 6.820 di 2016,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Ratas tersebut.

Presiden bahkan meyakini jika fenomena kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang selama ini tidak pernah terlaporkan, dan hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan.

Read Previous

AS-Iran Memanas, Indonesia Siapkan ‘Contigency Plan’ Untuk WNI

Read Next

Pemerintah Sepakat Gratiskan Sertifikat Halal Untuk UMK