29 May 2024, 11:38

Tolak RUU HIP, Waketum MUI: Hidup Mulia atau Mati Syahid

daulat.co – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengingatkan bahwa penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) tak bisa ditawar-tawar lagi.

Ia pun mengingatkan, jika DPR dan pemerintah tetap memaksakan diri membahas RUU ini, baik secara diam-diam ataupun terang-terangan, maka aksi massa yang besar akan dilakukan.

“Kalau menghadapi penista agama kita bisa menghadirkan massa yang banyak, ini akan kita hadirkan jumlah massa besar dari seluruh provinsi. Isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid), slogan ini yang akan kita pakai dari hati,” ujar Kiai Muhyiddin dalam diskusi virtual, akhir pekan, Juli 2020.

Kiai Muhyiddin juga mengatakan MUI akan menunjuk panglima untuk melakukan aksi besar-besaran di jalan Alloh (masirah kubra) jika jalan persuasif sudah tidak dapat lagi dilakukan.

Ia juga mewanti-wanti jangan sampai ada permainan di belakang layar untuk mengelabui masyatakat. Atau DPR dan pemerintah melakukan pembahasan RUU secara diam-diam.

“Jangan sampai ketika malam hari orang sedang tidur, pembahasan itu disahkan, naudzubillah min dzalik, kami akan rapat dan di dalam rapat itu harus ada orang yang kuat untuk melakukan masirah kubra, kalau dulu ada 212, kita skalanya nasional dari semua provinsi,” tuntas Kiai Muhyiddin. (M Sahlan)

Read Previous

Pilkada Tanpa Kerumunan, Arak-Arakan, dan Konvoi

Read Next

Azis Syamsudin Akan Dilaporkan ke MKD terkait Buronan Djoko Tjandra