26 May 2024, 00:42

Tindaklanjuti Instruksi MA Soal Corona, PN Pemalang Terapkan Sidang Online

daulat.co – Pengadilan Negeri Kelas 1 B Pemalang menindaklanjuti Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi dan Persidangan di pengadilan secara elektronik dan instruksi Mahkamah Agung (MA) mengenai pysical distancing terkait wabah virus corona. Mulai hari ini, PN Pemalang menerapkan sidang teleconference (e-court).

Terobosan sistem baru ini diharapkan dapat mempermudah permasalahan persidangan sejalan dengan meluasnua wabah virus Corona. Dimana protokoler pemerintah menekankan social distancing dan pysical distancing.

Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 B Pemalang Kadarwoko mengungkapkan, meski mengalami perubahan persidangan namun berita acara hukum pidana pada persidangan e-court secara keselurahan sama dengan dengan sistem tatap muka.

Hanya saja, sistem e-court menempatkan posisi terdakwa dan penasehat hukum tetap berada dalam tahanan. Sementara untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) berada di lingkungan kantor kejaksaan sendiri.

“Secara keseluruhan tata cara persidangan hampir sama, hanya bedanya tidak ada tatap muka secara langsung, jadi menggunakan video semacam teleconference,” kata Kadarwoko, Selasa 31 Maret 2020.

Ia menyatakan dalam penerapan e-court ada sedikit kendala dalam penerapan e-court, khususnya mengenai jaringan dan kualitas suara yang sering terputus. Namun demikian, hal tersebut bisa dilalui dan disepakati baik kuasa hukum dan jaksa penuntut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pemalang Harus Fadilah menjelaskan kendala pada jaringan internet yang kurang baik meskipun gambar yang diterimanya cukup bagus. “Hari ini mengawali sidang sistem elektronik baik perkara pidana umum ataupun pidana khusus,” kata dia.

Menurutnya, pada tahap dua penyerahan berkas barang bukti dan tahanan dilakukan pemeriksan terdakwa di rumah tahanan baik di Polres ataupun Rumah Tahanan (Rutan).

(Sumitro)

Read Previous

Lindungi Warganya, Bupati Pemalang Terus Bergerak Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Read Next

Cegah Pandemi Covid-19, 30 Ribu Napi dan Anak Diusulkan Bebas Lebih Cepat