21 October 2021, 08:57

Tim Gugus Akui Penunjukan Gedung PGRI Pemalang Jadi Isolasi Pasien Covid-19 Dilakukan Mendadak

Perwakilan warga RW 09 Kelurahan Mulyoharjo tiba di Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 (Foto: Sumitro/daulat.co)

Perwakilan warga RW 09 Kelurahan Mulyoharjo tiba di Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Warga RW 09 Kelurahan Mulyoharjo Pemalang merasa khawatir dengan penunjukan Gedung PGRI di Jalan DR Cipto Mangunkusumo sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Selasa 7 April 2020 malam, mereka mendatangi Posko Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang di Pendopo Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Warga datang ke posko sekitar pukul 21.00 WIB diwakili tiga orang. Masing-masing Rabadi, Adi Johar dan Tri Waluyo. Setelah berkoordinasi dengan pihak keamanan di pintu gerbang Pemkab Pemalang sekira 15 menit, perwakilan warga dipersilahkan masuk untuk menyampaikan uneg-uneg warga RW 09.

Perwakilan warga diterima Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang M Arifin dan Jubir Tutuko Raharjo. Kepada Tim Gugus Tugas, Rabadi menyampaikan jika warganya keberatan dengan penunjukan Gedung PGRI Pemalang sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

“Warga RW 09 tidak ada yang tahu sebelumnya terkait (upaya) antisipasi virus corona ini. Setelah liat aktifitas (di Gedung PGRI), kemudian di sosmed begitu keras, warga ketakutan,” tegas Rabadi.

Ia menyampaikan, sesaat sebelum dirinya bersama dua perwakilan lain ke Posko, menerima banyak masukan dari warga RW 09. Warga berkumpul dan menyampaikan apa saja yang akan diteruskan ke Posko. Dimana pada intinya meminta penunjukan Gedung PGRI sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 ditinjau ulang.

Rabadi menggarisbawahi jika permasalahan yang muncul di RW 09 adalah miskomunikasi. Warga tidak tahu apa-apa, karena tidak ada sosialisasi dan atau pemberitahuan, tiba-tiba Gedung PGRI dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang M Arifin mengakui, penunjukan Gedung PGRI dilakukan tanpa sosialisasi terhadap warga sekitar sebelumnya. Penunjukan dilakukan secara buru-buru karena rumah sakit yang ada sudah melebihi kapasitas alias overload.

Selain itu penunjukan secara cepat dilakukan sebagai tindaklanjut dari imbauan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Di atas itu semua karena semata alasan kemanusiaan.

“Persoalan ini sebenarnya bergulir karena kita punya rumah sakit overload menampung pasien. Kalau kapasitas rumah sakit kita yang ada mampu menampung, tentu tidak akan berpikir ke tempat lain. Kita berpikir cepat karena menyangkut nyawa orang,” terangnya.

Arifin yang juga Sekda Pemalang itu lantas menjelaskan proses penunjukan Gedung PGRI. Sebenarnya, kata dia, ada empat alternatif yang akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Yakni Gedung PGRI, Gedung Serbaguna, RS Harapan Sehat dan terakhir Rumah Jompo PGOT.

Dari empat masukan alternatif itu, Tim Gugus Tugas memutuskan Gedung PGRI karena mendapatkan tawaran dari Pengurus PGRI Pemalang. Sementara ketiga alternatif lain kurang memungkinkan. RS Harapan Sehat misalnya dari segi medis kurang mendukung peralatannya. Begitu juga panti pelayanan sosial, karena harus mengevakuasi penghuni.

“Saat itu karena pada posisi harus ada mengambil keputusan. Kita lagi mencari susah, ada yang bersedia, ya kita tampung,” kata Arifin.

Sekda menyatakan akan menyampaikan hasil pembicaraan kepada Bupati Pemalang H Junaidi. Adapun solusi dari keresahan warga akan diputuskan dalam waktu dekat. Utamanya berkaitan dengan permintaan tempat isolasi Gedung PGRI dipindahkan dan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada warga RW 09 Mulyoharjo.

“Dengan jiwa besar Pak Sekda yang terbuka mengaku ada beberapa kelemahan yang mestinya dilakukan tapi berhubung mendadak, insya-Allah kami memahami,” demikian Rabadi diakhir pertemuan.

(Sumitro)

Read Previous

Gubernur Ganjar Diminta Dorong Semua Daerah di Jateng Berlakukan PSBB

Read Next

Pemerintah Harus Transparan Dalam Penanganan Dampak Corona