15 June 2024, 08:19

Tidak Boleh Kurikulum Menyesatkan Pemahaman Agama

daulat.co – Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan bahwa  tidak boleh ada kurikulum pendidikan yang memancing radikalisme. Tidak boleh juga kurikulum yang menyesatkan pemahaman tentang agama.

“Tidak ada kurikulum yang memancing radikalisme, menyesatkan pemahaman tentang agama. Karena agama adalah rahmat bagi semesta. Dalam islam dikenal dengan rahmatan lil alamin. Kita tegas tentang masalah ini,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (24/10).

Menurut Menag, fungsi utama atau tupoksi sebagai Menag adalah merumuskan langkah-langkah kebijakan di bidang keagamaan. Menag pun berharap umat beragama dapat duduk bersama untuk membangun bangsa.

Menag menegaskan bahwa Kementerian akan bersikap tegas terhadap tindakan-tindakan yang notabene merisaukan masyarakat. Menurutnya, aparat hukum juga akan mengambil penegakan hukum, sekiranya adanya tindakan yang ekstrem.

Namun, Kemenag akan mengambil jalan untuk mengimbau terlebih dahulu. Menurutnya, mengimbau tidak menimbulkan kekerasan yang tidak pantas, tapi mengajak dari hati kehati, untuk bersikap toleran, damai, dan menghindari kata-kata yang memancing permusuhan.

“Upaya mengimbau adalah yang utama, jika tidak mau dihimbau kita ambil langkah yang lebih jauh, misal tegakkan aturan hukum,” ujar Menag.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Kerja Tim, Mahfud MD: Sekarang Menko Boleh Memveto Peraturan Menteri

Read Next

Kuota Penerimaan PNS Bagi Tenaga Honorer Masih Disediakan