23 May 2024, 15:56

Terungkap, Eks Jaksa KPK Interaksi dengan Sejumlah Saksi Suap Penanganan Perkara MA

daulat.co – Teka-teki mengapa Jaksa Fungsional pada Direktorat Pelanggaran HAM Berat Jampidsus Kejagung, Dodi W Leonard Silalah terseret dalam pusaran kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) akhirnya terjawab. Ternyata, Dodi diduga pernah melakukan interaksi dengan sejumlah saksi
yang pernah dipanggil oleh Tim Penyidik KPK.

Dugaan interaksi itu didalami dan dikonfirmasi oleh penyidik KPK saat memeriksa Dodi sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Hakim Agung nonaktif, Sudrajat Dimyati, Selasa (20/12/2022). Diketahui, Dodi merupakan jaksa yang pernah ditugaskan di KPK oleh Kejagung. Karena terbukti dalam sidang etik, Dodi dikembalikan ke Kejagung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jejak Dody terendus kerap ke kantor Mahkamah Agung. Namanya kerapa tercatat dalam buku tamu di kesekretariatan MA. Selain itu, Dodi disebut-sebut pernah berkomunikasi dengan Sekretaris MA, Hasbi Hasan.

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaannya adanya interaksi saksi dengan beberapa saksi yang pernah dipanggil oleh Tim Penyidik,” ujar Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (21/12/2022).

Namun, Ali yang berlatarbelakang jaksa ini enggan membeberkan lebih lanjut terkait interaksi tersebut. Pun termasuk soal motif Dodi atas interaksi dengan sejumlah saksi tersebut.

Dalam proses penyidikan, Hasbi Hasan diketahui telah diperiksa tim penyidik KPK. Ruangan kerja Hasbi Hasan di MA juga tak luput digeledah tim penyidik KPK beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Sudrajad Dimyati merupakan satu dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 9 tersangka lainnya yakni, Elly Tri Pangestu selaku Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung, Desy Yustria dan Muhajir Habibie selaku PNS Kepaniteraan Mahkamah Agung.

Kemudian, Redi dan Albasri yang merupakan PNS di MA, Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto dari pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID). Penetapan tersangka ini menindaklanjuti kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim KPK di Jakarta dan Semarang pada Rabu (21/9/2022). Dalam OTT itu, tim KPK juga mengamankan uang yang diduga suap senilai SGD205.000 dan Rp50 juta.

Diduga, Hakim Agung Sudrajad, Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Redi, dan Albasri diduga menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka, Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Yosep, dan Eko Suparno. Suap didiga berkaitan dengan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Atas dugaa penerima suap, Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi yang dijerat atas dugaan pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Rangga)

Read Previous

Pimpinan DPR RI Desak RUU PPRT Segera Disahkan Jadi Undang-Undang

Read Next

Sabar, Ketua Yayasan RS Sandi Karsa Makassar Segera Ikut Jejak Hakim Edy di KPK