25 June 2022, 21:31

Tersangka Penyuap Bupati Penajam Paser Utara Segera Diadili di PN Samarinda

KPK

KPK

daulat.co – Tersangka Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi segera segera diadili atas kasus dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022.

Tersangka penyuap Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas’ud (AGM) itu segera disidangkan menyusul telah rampungnya proses penyidikan atas kasus yang menjeratnya.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini Jumat (11/3/2022), tim jaksa menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan tersangka AZ dari tim penyidik. Dengan pelimpahan ini, tim jaksa dalam waktu 14 hari akan menyusun surat dakwaan.

“Karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keteranganya.

Selanjutnya, tim jaksa akan menyerahkan berkas perkara sekaligus surat dakwaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Rencannya, Achmad Zuhdi akan diadili di Pengadilan Tipikor pada PN Samarinda.

“Penahanan tetap dilakukan oleh Tim Jaksa untuk waktu selama 20 hari terhitung 11 Maret 2022 sampai dengan 30 Maret 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur,” tutur Ali.

KPK sebelumnya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Lima tersangka Abdul Gafur Mas’ud (AGM), Plt Sekda Penajam Paser Utara Mulyadi (MI), Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Edi Hasmoro (EH), Kabid Dindikpora Jusman (JM), dan Nur Afifah Balqis (NAB) dari pihak swasta/Bendum DPC Partai Demokrat Balikpapan. Sedangkan satu tersangka pemberi suap merupakan pihak swasta, Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ).

Dugaan rasuah itu bermula ketika Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2021 mengagendakan beberapa proyek pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara.

Nilai kontrak proyek itu berkisar Rp 112 miliar di antaranya, proyek multiyears peningkatan Jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan bernilai Rp 9,9 miliar.

Atas adanya beberapa proyek tersebut, Abdul Gafur Mas’ud diduga memerintahkan Mulyadi, Edi, dan Jusman untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para rekanan yang sudah mengerjakan beberapa proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara.

KPK menduga tersangka Abdul Gafur telah menerima uang tunai Rp 1 miliar dari Achmad Zuhdi yang mengerjakan proyek jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan nilai kontrak Rp 64 miliar.

Abdul Gafur selain itu juga diduga menerima sejumlah uang atas penerbitan izin hak guna usaha (HGU) lahan sawit dan izin pemecah batu di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

Diduga penerimaan uang panas itu melalui orang pilihan dan kepercayaan Abdul Gafur seperti Mulyadi, Edi, dan Jusman. Uang tersebut kemudian diduga digunakan untuk keperluan Abdul Gafur.

Uang-uang dari para rekanan diduga dikelola oleh Nur Afifah. Salah satu pengelolaan uang itu disimpan dalam rekening bank milik Nur Afifah.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Gugatan Sengketa Waris Desa Babakan Bodeh Telah Diputuskan PN Pemalang

Read Next

Suap Proyek Tulungagung, Tersangka Direktur PT Kediri Putra Dijebloskan ke Bui