29 May 2024, 12:06

Terkuak, PT Sritex dan PT Khalifah jadi Vendor Goodie Bag Bansos Atas Arahan

Kementerian Sosial RI

Kementerian Sosial RI

daulat.co – Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso menyebut hanya dua vendor yang menggarap pengadaan goodie bag atau tas kain untuk bantuan sosial (Bansos) sembako di Kementerian Sosial (Kemensos). Dua vendor itu yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dan PT Khalifah.

Hal itu terungkap saat Matheus Joko Santoso bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021). Pengakuan diungkapkan Matheus setelah sebelumnya dikonfirmasi salah satu kuasa hukum terdakwa.

“Soal terkait goodie bag atau pembungkusan itu selalu pada PT Sritex atau PT Khalifah atau ada PT yang lain?,” tanya kuasa hukum.

“Setau saya cuma ada dua,” jawab Matheus Joko Santoso saat bersaksi.

Matheus mengaku tak mengerti mengapa hanya dua vendor yang dapat menggarap proyek pengadaan goodie bag itu. Menurut Joko, dua nama vendor pengadaan goodie itu sudah ada sebelum dirinya ditunjuk oleh Juliari untuk mengurusi Bansos sembako.

“Saya kurang paham. Dalam keputusan itu saya tidak ikut. Saya masuk itu barang sudah ada,”  kata dia.

Yang jelas terdapat tim dari Kemensos yang bertugas atau mengurus soal pengadaan goodie bag itu. Dalam persidangan, Matheus menyebut dua nama koordinator, yakni Victor dan Firman. Victor diduga kuat merujuk pada Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif, Victorious Saut Hamonangan Siahaan.

“Tahap 1-6 itu (koordinator tim) pak Victor. Tahap 7-12 pak Firman,” ucap Matheus.

Matheus dalam kesaksiannya juga membenarkan dua vendor itu dipilih atas arahan atau rekeomendasi. Adalah mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang merekomendasikan atau mengarahkan PT Sritex. Sementara PT Khalifah atas arahan atau rekomendasi Sesditjen Perlindungan Jaminan Sosial Mokhamad O Royani.

“Diperjalanan waktu itu saya dengar yang mengarahkan untuk goodie bag itu yang satu Sritex itu dari Pak Menteri, kalau Khalifah itu sepengetahuan saya pak Royani,” ungkap dia.

Dalam perkara ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Harry didakwa memberi suap sebesar Rp 1,28 miliar.

Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp 1,95 miliar. Uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Staf Ahli Mensos Bantah Ada Arahan Juliari Soal Target Fee Vendor Bansos Covid-19

Read Next

Penerbangan ke Arab Saudi Dibuka, Peluang Keberangkatan Haji 2021 Terbuka