29 May 2024, 11:43

Terbukti Menyuap Juliari Batubara, Dirut PT Tigapilar Argo Utama Divonis 4 Tahun

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama, Ardian Iskandar Maddanatja divonis oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman empat tahun penjara. Ardian juga dihukum membayar denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, Ardian terbukti memberikan duit suap sejumlah Rp 1,95 miliar kepada Eks Menteri Sosial Juliari P Batubara melalui anak buah Juliari, Matheus Joko Santoso. Pemberian uang itu berkaitan dengan kuota bansos Corona. Uang diberikan agar perusahaan Ardian PT Tigapilar Agro Utama dipilih menjadi penyedia bansos Covid-19 tahap 9 dan 10, tahap komunitas dan tahap 12.

Hakim menyatakan Ardian terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa Ardian Iskandar Maddanatja telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berlajnjut,” ucap hakim saat membacakan putusan, Rabu (5/5/2021).

Dalam putusannya, Hakim menolak pengajuan justice collaborator oleh Ardian. Alasannya, Ardian sejak awal sudah kerja sama dengan Nuzulia Nasution untuk memberi fee ke sejumlah pejabat Kemensos.

“Dari uraian fakta di atas dan dihubungkan syarat JC maka majelis berpendapat terdakwa tidak memenuhi kriteria JC, sehingga permohonan penasihat hukum terdakwa tidak bisa dikabulkan,” ungkap hakim.

Dalam menjatuhkan putusan ini, Hakim mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan Ardian dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah dan memberantas korupsi. Sementara untuk hal meringankan, Ardian belum pernah dihukum, sopan, menyesali perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluarga.

“Tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa dalam penanganan dampak covid-19,” terang hakim.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Sebelumnya, Ardian dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Atas vonis tersebut baik JPU KPK maupun Ardian menyatakan pikir-pikir.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Masyarakat Jenuh Dengan Prokes Covid-19, Polres Catat 500-an Pemudik Masuk Pemalang

Read Next

75 Pegawai Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan