30 May 2024, 08:11

Suap Red Notice Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Divonis 3 Tahun 6 Bulan Bui

Palu Hakim - ist

Palu Hakim – ist

daulat.co – Brigjen Prasetijo Utomo divonis oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan serta denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. Prasetijo dinilai terbukti menerima suap 100 ribu dolar AS dari Djoko Tjandra.

Prasetijo Utomo terbukti menerima suap 100 ribu dolar AS dari terpidana kasus korupsi “cessie” Bank Bali Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi agar Prasetijo membantu proses penghapusan nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan pada sistem informasi keimigrasian (SIMKIM) Direktorat Jenderal Imigrasi.

Padahal Djoko Tjandra adalah terpidana kasus “cessie” Bank Bali yang harus menjalani putusan pidana 2 tahun penjara berdasarkan putusan Peninjauan Kembali No. 12 tertanggal 11 Juni 2009.

Perbuatan Brigjen Prasetijo dinilai tebukti melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi,” ucap hakim ketua Muhammad Damis dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Dalam putusannya, Majelis hakim juga menolak permohonan “justice collaborator” atau pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum yang sebelumnya diajukan oleh Brigjen Prasetijo Utomo. Menurut majelis hakim Prasetijo Utomo tidak memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai ‘justice collaborator’.

“Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 4 tahun 2011, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa tidak memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai ‘justice collaborator’ sehingga permintaan terdakwa sebagai ‘justice collaborator’ tidak dapat dipertimbangkan,” kata anggota majelis hakim Joko Soebagyo.

Majelis hakim mpertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan hukuman tersebut. Untuk hal yang memberatkan, Brigjen Prasetijo Utomo dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Selain itu, dia juga dinilai telah merusak citra atau nama baik institusi Polri di mata masyarakat.

“Hal yang meringakan, terdakwa sudah mengabdi di Institusi Polri selama 30 tahun, berprilaku sopan,” tutur hakim.

Brigjen Prasetijo Utomo sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Dia juga dituntut membayar denda Rp100 juta subsider 6 bulan

Atas putusan itu Prasetijo langsung menyatakan menerima. Sedangkan JPU Kejaksaan Agung menyatakan pikir-pikir selama 7 hari.

“Saya menerima,” kata Prasetijo.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

PDF: Kisruh Ditubuh Demokrat Pengaruhi Dunia Investasi

Read Next

Raker Dengan Mendikbud, Andreas Hugo Pareira Apresiasi Menteri Nadiem Soal Rekrutmen PPPK