25 June 2022, 20:38

Suap Proyek Tulungagung, Tersangka Direktur PT Kediri Putra Dijebloskan ke Bui

Rutan Cabang KPK Kavling C1 – dok KPK

daulat.co – Direktur PT Kediri Putra, Tigor Prakasa (TP) ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Tulungagung. Tigor diduga memberikan sejumlah fee proyek kepada mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo.

Tigor merupakan salah satu kontraktor yang banyak mengerjakan berbagai proyek di Dinas PUPR Tulungagung. Untuk dapat memenangkan dan kembali mengerjakan beberapa proyek di Pemkab Tulungagung Tigor mendekati beberapa pihak di Pemkab Tulungagung, salah satunya Syahri Mulyo.

“Sebagai bentuk komitmen atas dimenangkannya tersangka TP dalam beberapa proyek yang dikerjakannya selanjutnya tersangka TP diduga memberikan sejumlah uang dalam bentuk fee proyek pada Syahri Mulyo dengan nilai besaran bervariasi menyesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan,” ucap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/3/2022).

KPK menduga Tigor telah memberikan suap kepada Syahri Mulyo sebesar Rp 12,7 miliar untuk mendapat sejumlah proyek pengerjaan di Pemkab Tulungagung.

Beberapa proyek itu di antaranya, sejumlah proyek dengan total senilai Rp 64 miliar pada 2016 dengan fee yang diberikan sekitar Rp 8,6 miliar. Pada 2017, Tigor yang menggarap sejumlah proyek dengan total nilai proyek Rp 26 miliar memberikan fee sekitar Rp 3,9 miliar.

“Tahun 2018 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp 24 miliar dengan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp 2 milliar,” ungkap Alex, sapaan Alexander Marwata.

Atas dugaan perbuatan tersebut, Tigor dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan tersangka terhadap Tigor merupakan pengembangan dari perkara suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung tahun 2015-2018 yang menjerat Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono. Kemudian dua pihak swasta Agung Prayitno dan Susilo Prabowo.

“Perkara ini merupakan pengembangan perkara tangkap tangan di tahun 2018 yang sebelumnya telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka,” tutur Alex.

Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik menjebloskan Tigor ke jeruji besi untuk 20 hari pertama. Tigor ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.

“Untuk proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan bagi tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 11 Maret 2022 sampai dengan 30 Maret 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1,” ujar Alex.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Tersangka Penyuap Bupati Penajam Paser Utara Segera Diadili di PN Samarinda

Read Next

Dibuka Bupati Agung, PWI Pemalang Tabur 40 ribu Benih Ikan Untuk Meriahkan HPN 2022