24 February 2024, 12:50

Suap Proyek PUPR Seret Bupati Indramayu ke Bui

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Salah satu tersangka yakni Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP).

Adapun tiga tersangka lain yakni, Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah (OMS); Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Wempy Triyono (WT); serta satu pihak swasta Carsa AS (CAS). Dalam kasus ini Supendi, Omarsyah, dan Wempy diduga menerima uang dari Carsa.

Penetapan tersangka itu merupakan hasil gelar perkara pasca Tim Satgas KPK menangkap delapan orang dalam Oprasi tangkap tangan (OTT) di Indramayu dan Cirebon pada Senin (14/10/2019).

“Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan 4 orang tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/10/2019) malam.

Diduga Supendi sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek di Indramayu. Supendi ‎diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp 100 juta.

Omarsyah dan Wempy Triyono juga diduga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Diduga Supendi menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp 200 juta. Sedangkan, Omarsyah diduga menerima Rp 350 juta dan sepeda. Sementara, Wempy menerima Rp 560 juta.

Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.”Uang yang diterima OMS dan WT diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Bupati, pengurusan pengamanan proyek dan kepentingan sendiri,” kata Basaria.

Uang tersebut disinyalir bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa. Carsa tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Tujuh proyek itu yakni, Pembangunan Jalan Rancajawad; Pembangunan Jalan Gadel; Pembangunan Jalan Rancasari; Pembangunan Jalan Pule; Pembangunan Jalan Lemah Ayu; Pembangunan Jalan Bondan – Kedungdongkal; Pembangunan Jalan Sukra Wetan – Cilandak.

Dalam komunikasi terkait penyerahan uang, sambung Basaria, mereka menggunakan kode ‘Mangga manis’.

Awalnya KPK menerima informasi adanya dugaan permintaan uang dari Bupati Supendi kepada pihak swasta, Carsa. Permintaan uang itu disinyir terkait beberapa proyek yang dikerjakan Carsa.

Singkat cerita, Carsa kemudian menghubungi ajudan bupati dan menyampaikan bahwa uang akan diberikan melalui supir bupati. “CAS meminta supir bupati untuk bertemu di toko penjual mangga di pasar dan menyampaikan bahwa ia sudah menyiapkan “mangga yang manis” untuk Bupati. CAS juga meminta supir bupati untuk datang dengan motor yang memiliki bagasi di bawah jok untuk menaruh uang,” terang Basaria.

Setibanya di lokasi yang telah disepakati, Staf Carsa kemudian menaruh uang sebesar Rp 100 juta dalam kresek hitam ke dalam jok motor supir bupati. Supir bupati kemudian mengantarkan uang itu ke rumah dinas bupati melalui pintu belakang.

“Setelah melakukan pemantauan dan memastikan adanya penyerahan uang dari CAS, swasta kepada SJ sebagai perantara yang menerima uang untuk bupati, tim kemudian mengamankan beberapa orang di tempat berbeda,” ucap Basaria.

Atas dugaan itu, Supendi, Omarsyah, dan Wempi yang diduga sebagai pihak penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Carsa yang diduga sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif para tersangka dijebloskan ke jeruji terpisah. Supendi ditahan di Rutan Cabang KPK di C1; Omarsyah serta Wempy Triyono ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat; dan, Carsa ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur.

“KPK lakukan penahanan selama 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Rangga Tranggana)

Read Previous

Kompetisi Inovasi Bisa Jaga Roda Birokrasi Tetap Dinamis Pada Perubahan

Read Next

Kemendagri Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019