30 May 2024, 06:46

Suap PAW Caleg PDIP, KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/1/2020). Arief diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penetapan Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW) Caleg PDI Perjuangan.

Arief diperiksa sebagai saksi sekaligus untu melangkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri (SAE). Saeful Bahri disebut-sebut merupakan salah satu staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di DPP PDIP.

“Dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi guna penyidikan tersangka SAE,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Selain Arief, KPK juga memanggil Komisioner KPU, Viryan Arief; Kabag Umum KPU, Yayu Yuliana; Kabiro Tekhnis KPU, Nur Syarifah; Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU, Andi Bagus Makawaru; dan Bagian Legal VIP Money Changer, Carolina. Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful Bahri (SAE).

Komisioner KPU Viryan Arief sudah memenuhi panggilan pemeriksaan. “Yang akan disampaikan sesuai dengan apa yang sudah kami kerjakan. Perihal penetapan calon terpilih, kemudian seputar pergantian antar waktu yang sudah kami kerjakan kemarin,” ucap Viryan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Kemudian, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp 900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp 600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp 600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp 200 Juta dari total Rp400 Juta. Sisanya atau senilai Rp200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

KPK saat ini baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sementara Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Periksa Wakil Ketua Dewan Syuro PKB untuk Suap Proyek Jalan

Read Next

Jokowi Serahkan 2.020 Sertifikat Hak Atas Tanah di Gresik