27 January 2021, 20:06

Staf Khusus Menteri Edhy Prabowo & Pihak Swasta Dijebloskan ke Rutan KPK

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Andreu Pribadi Misata (APM) dan swasta Amiril Mukminin. Dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait perizinan benih lobster atau benur itu ditahan di rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka AM dan APM selama 20 hari terhitung sejak tanggal 26 November 2020 sampai dengan 15 Desember 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di gedung KPK, Kamis (26/11/2020).

Andreu yang juga bertindak selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster pada Kementerian KP dan Amiril ditahan usai menyerahkan diri pada Kamis siang dan kemudian menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Keduanya saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (25/11/2020) diketahui tak berhasil diamankan Tim KPK.

Sesuai protokol kesehatan (Prokes) dalam pencegahan Covid-19, kata Karyoto, tahanan akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK pada Gedung ACLC KPK di Kavling C1.

Selain upaya hukum penahanan tersebut, lembaga antikorupsi juga melakukan sejumlah upaya, seperti pemeriksaan tersangka lain dan penyegelan sejumlah tempat yang akan berujung penggeledahan. Rencananya sejumlah tempat yang telah disegel akan digeledah pada Jumat (27/11/2020).

Namun, Karyoto tak menyebut secara spesifik lokasi-lokasi yang bakal dilakukan penggeledahan. Yang jelas, kata Karyoto, tim akan menindaklanjuti sejumlah tempat yang sudah disegel sebelumnya.

“Ya, tentunya memang sedini mungkin. Kemarin kita sudah segel sehingga kemarin tidak ada yang masuk di ruangan yang akan kita geledah. Mudah-mudahan besok akan kita bisa laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses sebagaimana kita ketahui dari hasil penyidikan awal,” kata Karyoto.

Setelah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, tim KPK diketahui bergerak ke Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di Gambir, Jakarta Pusat dan rumah dinas Menteri KP Edhy Prabowo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Kegiatan di dua lokasi itu bertujuan untuk menyegel tempat-tempat yang diduga terdapat alat bukti terkait kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

Diketahui, KPK menetapkan tujuh orang tersangka atas kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur lobster.

Ketujuh orang itu yakni, Menteri KKP, Edhy Prabowo (EP); Stafsus Menteri KKP, Safri (SAF); Staf khusus Menteri KKP, Andreau Pribadi Misata (APM). Kemudian, Pengurus PT ACK, Siswadi (SWD); Staf Istri Menteri KKP, Ainul Faqih (AF); dan Amiril Mukminin (AM). Sedangkan satu tersangka pemberi suap yakni, Direktur PT DPP, Suharjito (SJT).

Atas perbuatannya, Suharjito yang diduga pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Edhy Prabowo (EP); Safri (SAF); Andreau Pribadi Misata (APM); Siswadi (SWD); Ainul Faqih (AF); dan Amiril Mukminin yang diduga penerima suap dijerat dengan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor  Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kasus Edhy Prabowo jadi Pintu Masuk KPK Usut Aliran Suap dari Eksportir Lobster Lain

Read Next

Ditangkap KPK, Wali Kota Cimahi Diduga Terlibat Suap Proyek Rumah Sakit