16 May 2021, 22:59

Ssttt, Ada Kode ‘Paus’ dan ‘Daun Untuk Si Kuning’ di Suap Ekspor Benih Lobster

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Terungkap adanya kode-kode dalam perkara dugaan suap terkait pengurusan izin ekspor benih bening (benur) lobster. Kode yang terungkap itu diantaranya ‘paus’ dan ‘daun untuk si kuning’.

Kode itu terungkap saat Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andhika Anjaresta bersaksi dalam sidang terdakwa Suharjito, di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Kode itu digunakan oleh Sekretaris Pribadi (Sespri) Edhy Prabowo, Amiril Mukminin saat berkomunikasi dengan  Andhika Anjaresta.

Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awalnya mengonfirmasi Andhika ihwal kode yang digunakan oleh Amiril. Dikatakan Andhika, dua kode itu muncul saat Amiril mengirimkan pesan suara kepadanya.

“Saya dapat voice note dari Amiril pas dibuka isinya ‘bang tolong carikan Rolex’. Terus saya tanya rolex itu apa, (dijawab) jam katanya,” ucap Andhika saat bersaksi.

Selain mengirimkan pesan suara, Amiril juga mengirimkan beberapa foto jam tangan yang diinginkannya. Foto jam tangan yang dikirim oleh Amiril itu sempat dikonfirmasi oleh Andhika ke Amril.

“Kemudian dikirimkan gambar-gambarnya. Saya tanya buat siapa. Terus (dijawab) buat Paus,” ujar Andhika saat menirukan perbincangan dengan Amiril.

“Paus (itu) pak menteri (Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo)?” tanya Andhika ke Amiril mengonfirmasi sosok Paus.

“Iya buat pak menteri,” jawab Amiril seperti ditirukan Andhika.

Merespon pengakuan itu, jaksa KPK juga memastikam sosok ‘Paus’ tersebut kepada Andhika. “Paus ini pak menteri ya?” tanya jaksa. “Pak menteri pak,” jawab Andhika.

Adapun kode ‘daun untuk si kuning’ terungkap ketika Andhika telah mendapatkan jam Rolex yang diminta oleh Amiril. Untuk diketahui, jam Rolex ini merupakan salah satu bukti dalam perkara dugaan menerima suap izin ekspor benur. Selain Rolex beberapa barang bukti lainnya antara lain, tas Tumi dan LV, sepeda roadbike, dan baju Old Navy.

Andhika saat itu menghubungi Amiril untuk segera mengirimkan uang sekitar Rp 700 juta untuk pembayaran jam tersebut.Amiril beberapa hari kemudian menghubungi Andhika.

“Beberapa hari kemudian Amiril bilang ‘Daun sudah ada untuk si kuning’,” ujar Andhika.

“Tadi daun untuk si kuning sudah ada, artinya apa?” tanya jaksa kepada Andhika.

Andhika mengartikan kode daun itu adalah uang. “Kami artikan uang untuk bayar Rolex sudah ada,” ucap Andhika.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jadi Aspri Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika Kloer Disewakan Apartemen Hingga HRV

Read Next

Sekjen KKP Antam Novambar Tak Penuhi Pemeriksaan KPK