11 April 2021, 10:22

SpiroNose Dihentikan di Belanda, Anggota Komisi VII Mulyanto Minta Pemerintah Jelaskan Efektifitas GeNose Deteksi Covid-19

GeNose - dok UGM

GeNose – dok UGM

daulat.co – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipimpin Bambang Brodjonegoro aktif melakukan sosialisasi atas penggunaan GeNose. Hal ini penting dilakukan untuk mengantisipasi adanya keraguan publik atas efektifitas GeNose.

Menurutnya, Kemenristek bersama tim peneliti GeNose dari Universitas Gajah Mada (UGM) harus dapat menjelaskan kepada publik bahwa GeNose efektif dalam mendeteksi Covid-19 berdasarkan pemeriksaan hembusan nafas, sama seperti rapid test atau PCR.

Terlebih sebelumnya diinformasikan jika Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose untuk mendeteksi Covid-19. SpiroNose sendiria adalah alat deteksi Covid-19 berdasarkan hembusan nafas, sama prosesnya untuk mendeteksi Covid-19 ala GeNose. 

Pemerintah Belanda menilai penggunaan SpiroNose tidak efektif karena ditemukan beberapa kasus pemeriksaan yang tidak akurat. Atas beberapa kejadian itu Pemerintah Belanda menghentikan penggunaan SpiroNose dan mengganti dengan metode lain.

“Pihak GeNose perlu menginfokan ke publik tingkat akurasi GeNose dibandingkan dengan rapid test atau PCR. Tentu saja tingkat akurasi alat tersebut diakui oleh lembaga pengawas semisal BPOM,” tegas Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 Maret 2021.

Ditekankan dia, tingkat akurasi GeNose harus didasarkan uji dengan standar ilmiah yang baku transparan dan akuntabel. GeNose yang sampai saat ini masih digunakan diuji  efektifitasnya sambil terus dilakukan upaya pengembangan. Sebab masyarakat membutuhkan alat deteksi Covid-19, yang akurat, cepat, aman, dan sudah barang tentu murah.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto

Di sisi lain, Mulyanto yang juga mantan Sesmenristek era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu mengakui, alat deteksi Genose memenuhi hampir semua hal yang diinginkan masyarakat tersebut dibanding alat uji cepat lainnya.

Sementara itu, anggota tim peneliti GeNose UGM, Dian Kesumapramudya, kepada wartawan menjelaskan GeNose relatif lebih efektif mendeteksi Covid-19 dibandingkan SpiroNose. Meskipun sama-sama menggunakan hembusan nafas untuk mendeteksi Covid-19 tapi desain dan teknologi yang digunakan berbeda.

“Saat melihat dan membaca desain SpiroNose Belanda di laman daring resminya, kami telah memperkirakan bahwa akan terjadi masalah akurasi. Kekurangan desain itu telah kami mitigasi sejak awal kami mendesain sistem untuk GeNose,” ucapnya.

(Sumitro)

Read Previous

Siap Bekerja Sama Sukseskan Pembangunan Pemalang, IKMAL Dorong ‘Kantor Penghubung’ di Ibu Kota

Read Next

Kembangkan Rasuah Gubernur Sulsel, KPK Buka Peluang Usut Rasuah Reklamasi MNP