25 June 2024, 00:16

Solidaritas Korban Pemerasan Oknum Wartawan, Puluhan Kades Hingga Ketua DPRD Sambangi Mapolres Pemalang

daulat.co – Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadispermades) Tutuko Rahardjo menyambangi Mapolres Pemalang yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pemalang. Keduanya datang sekitar pukul 18.05 WIB.

Mengenakan peci dan batik hitam-merah, Ketua DPRD Pemalang tampak membaur dengan puluhan kepala desa (kades) di areal parkir Mapolres Pemalang. Kepada wartawan, Agus enggan berkomentar banyak mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga dilakukan oknum wartawan terhadap kades.

“Ini kan baru diproses. Nanti saja kalau sudah diproses,” kata dia.

Meski enggan berkomentar, Agus Sukoco menekankan kehadiran puluhan kades ke Mapolres sejak siang tadi adalah bentuk solidaritas. Yakni solidaritas sesama kades, karena dalam hal ini yang menjadi korbannya adalah kades.

Melalui paribahasa, sambil memperagakan mencubit lengan salah satu wartawan, Ketua DPRD Agus Sukoco menyatakan semua kades merasakan sakit jika adalah salah satu kades tersakiti.

“Solidaritas, dicubit satu, semua merasakan,” jelas Agus diamini Tutuko Rahardjo.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pemalang melakukan OTT terhadap empat oknum wartawan pada Jumat 19 Juni 2020. Informasinya, keempat oknum wartawan tersebut dicokok pihak kepolisian di salah satu rumah makan di Kecamatan Comal, Pemalang.

Informasi mengenai OTT empat oknum wartawan tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Suhadi. Kepada wartawan, ia berujar singkat dan menyampaikan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan.

“Iya benar, ada OTT. Masih dalam pemeriksaan,” kata Suhadi kepada wartawan.

Dari OTT tersebut, Polres Pemalang disebut-sebut mengamankan barang bukti berupa uang Rp 10 juta. Uang sebagai barang bukti dugaan pemerasan yang dilakukan keempat oknum wartawan terhadap salah satu kepala desa (kades).

Informasi yang dihimpun wartawan, dugaan pemerasan dilakukan terhadap puluhan kades lain. Sementara materi pemerasan diduga terkait dengan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD). Uang diminta untuk ‘pengamanan’ agar kasus pengelolaan ADD tidak dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Pantauan daulat.co, sejak siang selepas jumatan, puluhan wartawan cetak dan elektronik menyambangi Mapolres Pemalang. Bukan hanya itu, puluhan kepala desa juga berdatangan satu per satu ke kantor polisi yang terletak di Jenderal Sudirman Pemalang.

Hanya saja, puluhan kades enggan berkomentar lebih jauh mengenai OTT yang diduga dilakukan empat oknum wartawan. Padahal, korban dari kejadian tersebut adalah rekannya sesama kepala desa.

(Sumitro)

Read Previous

Diduga Peras Kades, Polres Pemalang Cokok Oknum Wartawan

Read Next

Pengurus PKPU Verifikasi Faktual 42 Nama Kreditur KSP Indosurya