25 May 2024, 23:42

Soal Naturalisasi Atlet Asing, Hetifah: Psikologis Atlet Lokal Harus Diperhatikan

Hetifah Sjaifudian

Hetifah Sjaifudian

daulat.co – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan agar proses naturalisasi atlet asing tidak sampai mengecilkan perasaan hati atlet-atlet lokal yang ada. Ia meyakini masih banyak atlet-atlet lokal yang memiliki potensi dan kualitas yang baik.

Hal itu dikatakannya dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga yang membahas tentang persetujuan terhadap permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia kepada tiga orang atlet cabang olahraga Basket atas nama Dame Diagne, Marques Terrell Bolden, dan Serigne Modou Kane.

Di satu sisi, Hetifah memahami niat dan tujuan permohonan pemberian naturalisasi dari ketiga atlet basket tersebut, yaitu untuk meningkatkan prestasi Indonesia diberbagai turnamen internasional, terutama pada even Viva Asia Cup 2021 dan Viva World Cup 2023. Secara usia, ketiga atlet Basket ini pun memang masih tergolong muda, dan prestasinya juga tidak diragukan lagi.

“Sekarang ini banyak atlet (lokal) yang kondisinya agak memprihatinkan karena tidak bisa bertanding dan terdampak ataupun terkena Covid-19. Jangan sampai naturalisasi atlet-atlet baru ini mengecilkan perasaan atau hati mereka. Tetap dibesarkan hati atlet-atlet lokal kita yang sudah bersusah payah untuk survive di masa covid-19, perasaan psikologisnya tetap harus diperhatikan,” ucapnya di Gedung DPR RI, Rabu (14/7).

Hetifah merasa sangat yakin bahwa kualitas atlet-atlet lokal banyak yang bagus. “Kami tetap berharap, setiap kali ada proses naturalisasi kita tetap berpesan agar tetap berupaya mencetak kontribusi yang tertinggi, signifikan dari atelet-atlet lokal juga,” tuturnya.

Mengenai dengan regulasi, sambung Hetifah, Indonesia pernah memiliki kasus atlet naturalisasi yang terhadang regulasi dan tidak bisa bermain dikancah internasional untuk membela Indonesia.

“Kita juga tidak ingin ada regulasi-regulasi terbaru yang nantinya bisa menghambat, seperti berapa jumlah pemain naturalisasi yang bisa ikut dalam kompetisi internasional dan yang lain-lainnya. Ini bisa menjadi catatan kita semua. Intinya kita harus lebih teliti untuk menyikapi regulasi dari federasi olahraga internasional, khususnya ditengah kondisi ketidakpastiaan masa pandemi Covid-19 saat ini,” pungkasnya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

RUU Minol, Anggota Baleg DPR Tamanuri Tekankan Pentingnya Pengendalian

Read Next

Terbukti Terima Suap, Gratifikasi dan TPPU, Eks PNS MA Rohadi Divonis 3,5 Tahun Bui