24 June 2024, 16:22

Siap-siap, DPRD Pemalang Agendakan Sidak BPNT Lanjutan di Kecamatan Lain

Pedum Program Sembako 2020

Pedum Program Sembako 2020

daulat.co – Paska inspeksi mendadak (sidak) Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco terkait penyaluran Program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), DPRD Pemalang mengagendakan public hearing atau rapat dengar pendapat publik pada Kamis 30 April 2020.

Namun agenda tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa ada informasi lanjutan. Publik Pemalang lantas bertanya-tanya mengenai agenda yang diharapkan membuka tabir dugaan penyalahgunaan program BPNT tersebut.

Ada yang mempertanyakan kenapa tiba-tiba permasalahan BPNT senyap. Ada juga yang mendukung langkah Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco untuk melakukan sidak lanjutan di kecamatan lain, bukan hanya di Kecamatan Pemalang.

Apa tanggapan Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco mengenai hal tersebut? Saat melakukan kunjungan ke Posko Penanggulangan Covid-19 di Pemdopo Pemkab Pemalang, Sabtu 2 Mei 2020 dini hari, ia memberikan jawaban singkat.

“Public hearing tetap jalan, nanti tak kasih sampaikan (jadwalnya),” kata Agus.

Apakah penundaan atau pembatalan public hearing karena belum ada kesiapan, baik dari DPRD Pemalang maupun Dinas Sosial? Tanya wartawan.

“Saya memang tak tunda dulu, karena saya dahulukan penanganan Covid-19 dulu. Ada permohonan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),” kata Agus Sukoco.

Ia mengatakan, rapat dengan IDI mendesak dilakukan karena organisasi ini mempunyai pemikiran dan strategi yang diharapkan dapat menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pemalang.

Ketua DPRD mengakui rapat dengan IDI salah satunya karena banyak tenaga medis positif terpapar Covid-19. Dinas Kesehatan Pemalang sebelumnya mendapatkan sorotan berkaitan dengan lambannya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Bagaimana kelanjutan BPNT, publik setelah sidak menaruh harapan besar ke DPRD Pemalang? Wartawan bertanya lagi.

“Ini kan kepolisian sudah bergerak, sudah ditindaklanjuti oleh Polres, sejauhmana (perkembangannya) nanti ada di Polres,” ucap Agus Sukoco.

Setelah di Kecamatan Pemalang, warga meminta Bapak melakukan sidak di kecamatan lain karena dugaan yang sama? Bapak akan melakukan sidak lagi? Tanya wartawan.

“Pasti (sidak) nanti, pasti saya akan kesana,” jawab Ketua DPRD Pemalang itu.

Sekedar diketahui, baru-baru ini Ketua DPRD Pemalang H Agus Sukoco, melakukan sidak Program BPNT di Kecamatan Pemalang. Hasilnya, ditemukan dugaan penyalahgunaan yang dilakukan pihak-pihak tertentu hingga merugikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam sidak di Desa Banjarmulya misalnya, ditemukan salah satu varian BPNT yakni telur dihargai Rp 2.000 per butir. Selain kejanggalan harga komoditas dan kualitas sembako, Ketua DPRD juga menemukan adanya pemotongan sebesar Rp 15.000 oleh agen ke tiap KPM.

“Telur harusnya dijual dengan harga sesuai timbangan, bukan satuan. Kalau dipatok harga satuan jelas jauh lebih mahal,” tegas Agus Sukoco.

(Sumitro)

Read Previous

Korban Kebakaran Mendelem Dapat Santunan Dari Bupati Pemalang

Read Next

Tim Gugus Tugas Pemalang Salurkan 3.378 APD Non Pengadaan