21 October 2021, 10:30

Sepupu Menantu Eks Sekretaris MA Divonis 4 Tahun Penjara

Palu Hakim - ist

Palu Hakim – ist

daulat.co – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara terhadap terdakwa Ferdy Yuman. Sepupu dari menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono itu juga divonis hukuman denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, Ferdy terbukti merintangi proses penydikan Nurhadi dan Rezky Herbiono. Majelis hakim meyakini Ferdy membantu menyembunyikan Nurhadi dan Rezky saat menjadi buronan KPK.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ferdy Yuman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menghalangi penyidikan perkara korupsi. Menjatuhkan pidana 4 tahun denda Rp 150 juta subsider kurungan 3 bulan,” ucap Hakim Ketua Saifuddin Zuhri saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Dalam menjatuhkan pidana, majelis hakim mempertimbahkan hal memberatkan dan meringankan. Untuk hal memberatkan, Ferdy dinilai tidak membantu program pemerintah dalam memberantas korupsi, berbelit-belit, dan tidak mengakui perbuatannya.

“Hal meringankan, terdakwa sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan sebagai kepala keluarga,” kata hakim.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya, Jaksa menuntut
Ferdy Yuman dengan hukuman 7 tahun penjara denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas putusan tersebut, Ferdy dan tim jaksa penuntut umum pada KPK menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya dalam tuntutan, Jaksa meyakini terdakwa Ferdy Yuman terbukti secara sah dan meyakinkan merintangi penyidikan KPK.

Menurut jaksa, perbuatan terdakwa Ferdy terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 21 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dikatakan Jaksa, Ferdy membantu pelarian Nurhadi dan Rezky Herbiyono saat menyandang statu tersangka KPK. Rezky yang berstatus tersangka KPK memerintahkan Ferdy Yuman untuk berkomunikasi dan negosiasi harga dengan Adiwono selaku agen pemasaran rumah sewa di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Untuk kurun waktu satu tahun, biaya yang dikeluarkan untuk sewa rumah tersebut senilai Rp 490 juta.

Kemudian, Ferdy mengantar dan membantu proses perpindahan Nurhadi dan Rezky beserta keluarganya untuk menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites Nomor 1 Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Ferdy selain itu juga tinggal bersama di rumah tersebut, sekaligus mengurus kebutuhan Nurhadi dan Rezky beserta keluarganya.

Padahal Ferdy Yuman mengetahui bahwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono sedang ada perkara dengan KPK dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Setelah menempati rumah tersebut, Ferdy Yuman selaku pihak yang menyewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 suites Nomor 1 Kebayoran Lama Jakarta Selatan tidak pernah melaporkan kepindahan Nurhadi dan Rezky beserta keluarganya yang menempati rumah tersebut kepada Ketua RT setempat.

Nurhadi dan Rezky diketahui telah divonis dalam kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Nurhadi dan Rezky dijatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara. Nurhadi dan Rezky terbukti menerima suap sebesar Rp 35.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Selain itu, Nurhadi dan Rezky terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp 13.787.000.000. 

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pimpin Kunjungan ke Sulteng, Fikri Faqih Sebut Dukungan Pemerintah Pusat Belum Maksimal

Read Next

Eks Direktur Keuangan PT Jasindo Didakwa Perkaya Diri USD 198.340