30 May 2024, 08:09

Sentil Kementan, Komisi IV DPR: Kenaikan Harga Pupuk Subsidi Apakah Tidak Menyengsarakan Petani?

Pupuk

Pupuk

daulat.co – Distribusi pupuk bersubsidi tahun 2021 harus tepat sasaran dan tepat guna. Distribusi pupuk bersubsidi hari belajar dari pelaksanaan sebelumnya di tahun 2020, dimana dalam pelaksanaannya berjalan tidak sesuai dengan target karena data yang tidak sinkron.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 49 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun 2021.

“Berdasarkan hasil kunjungan kerja Komisi IV di Lampung, data yang kami terima, dari 680.000 petani, hanya 55.000 petani yang menerima pupuk subsidi. Sekarang, kami mendapat kabar kenaikan harga pupuk subsidi. Apakah tidak menyengsarakan petani?,” tegas Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, Senin 18 Januari 2021.

Ia menekankan demikian saat memimpin Rapat Dengar Pendapat terkait Pelaksanaan Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Penggunaan Kartu Tani Tahun 2020 dan Rencana Tahun 2021 dengan jajaran Eselon I Kementan, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

Kementan diketahui mengadakan program subsidi pupuk untuk membantu meringankan beban petani. Jenis pupuk yang masuk dalam kategori subsidi di antaranya Urea, SP-36, ZA, NPK, dan organik. Kebijakan kenaikan HET pupuk muncul untuk memperkecil disparitas harga pupuk.

Dari paparan Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, kenaikan HET pupuk subsidi tahun 2021, diharapkan menambah volume pupuk subsidi dan mengurangi kesenjangan harga pupuk non subsidi. Rencananya, kenaikan HET pupuk subsidi kisaran Rp300-450 per kg.

Ketua Komisi IV mengingatkan, jika harga pupuk subsidi naik, maka harus dibarengi solusi alternatif. Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga menekankan kenaikan harga bukan diikuti dengan kelangkaan, akan tetapi dengan kenaikan kuantitas.

Hal ini disebabkan karena Komisi IV DPR RI menyesalkan sampai saat ini kuantitas distribusi antara pupuk subsidi dan nonsubsidi tidak merata, cenderung sulit diakses oleh petani.

(Sumitro)

Read Previous

Zudan Ingatkan Tim Dukcapil Pro-Aktif Layani Korban Terdampak Bencana di Kalsel & Sulbar

Read Next

Bebas Murni, Vanessa Angel Gantung Status Eks Narapidana