13 June 2024, 20:32

Seluruh Nelayan Tradisional Berduka Atas Kepergian Anak Nelayan di Kendari

daulat.co – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengecam tindakan kekerasan terhadap aksi mahasiswa dan pelajar selama 24 hingga 26 September. Terlebih timbul korban jiwa terhadap mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari.

“Seharusnya aparat keamanan menghindari tindakan represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar agar tidak ada korban,” tegas Ketua Harian KNTI Marthin Hadiwinata dalam keterangan tertulisnya.

“Seluruh nelayan tradisional berduka atas kepergian anak nelayan yang juga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari. Seharusnya kejadian ini dihindari, dan sikap membalas dengan kekerasan adalah tindakan yang tidak akan menyelesaikan masalah,” sambungnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi harus memperhatikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil atas situasi yang sedang terjadi. Akar masalah dari aksi unjuk rasa mahasiswa harus menjadi perhatian bersama terkhusus pemerintah.

Akar masalah utamanya adalah proses perumusan kebijakan yang tidak transparan, minim partisipasi publik dan cenderung melindungi koruptor sekaligus abai terhadap perlindungan hak-hak masyarakat khususnya nelayan, petani dan masyarakat adat.

Terlihat dari disahkannya revisi UU KPK, RUU Sistem Budidaya Tanaman, dan RUU Sumber daya air serta RUU Pertanahan dan RKUHP yang telah ditunda pemerintah. Hal ini perlu ditinjau kembali oleh Pemerintah dan DPR.

Sebagaimana diketahui, Himawan Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo dikabarkan meninggal dunia setelah terjadi bentrok antara mahasiswa dengan polisi di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9).

Selain itu dikabarkan, bahwa Randi juga anak nelayan tradisional dimana ayahnya masih di laut saat jenazah dibawa ke rumah duka. (M Nurrohman)

Read Previous

Tertembak Peluru Dalam Aksi Tolak Revisi UU KPK, Mahasiswa Kendari Meninggal

Read Next

Jokowi: Tidak Ada Perintah Apapun Dalam Rangka Demo Untuk Membawa Senjata