16 May 2021, 22:58

Selama Ini Keras Tuntut Judi Togel Ditutup, Karang Taruna Gondang Heran Tiba-tiba Dipolisikan

Ketua Karang Taruna Desa Gondang Warsito

Ketua Karang Taruna Desa Gondang Warsito

daulat.co – Ketua Karang Taruna Putera Seketi, Desa Gondang, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Warsito, dilaporkan ke Polres Pemalang, atas dugaan penggelapan uang retribusi parkir Pasar Gondang, dalam kurun waktu 2018 – 2021.

Warsito yang selama ini vokal menuntut penutupan judi toto gelap (togel) di Desa Gondang dan di Pemalang secara umum menduga laporannya ke pihak kepolisian merupakan laporan yang mengada-ada. Ia mensinyalir pelaporannya tidak bisa dilepaskan dari aktifitasnya menolak judi togel.

Dugaan itu disampaikan Warsito, Ketua Karang Taruna Putera Seketi, dalam konferensi pers di salah satu Kedai di Jalan Raya Desa Sokawangi, Taman, Pemalang, Senin 3 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan, saat ini pengurus Karang Taruna Putera Seketi tengah dilaporkan ke Polres Pemalang, atas dugaan penggelapan uang retribusi parkir Pasar Gondang, dalam kurun waktu 2018-2021.

Mereka dilaporkan NS, warga Desa Gondang, dengan dugaan tindak pidana pasal 372 KUHP itu. Bahkan sejumlah pengurus Karang Taruna sudah dipanggil Unit IV Reskrim Polres Pemalang untuk dimintai klarifikasi.

“Kita pertanyakan, apa dasarnya NS melaporkan saya dan kawan-kawan Karang Taruna dengan dugaan penggelapan,” ujar Warsito.

Adapun Karang Taruna mengelola retribusi parkir Pasar Gondang, kata Warsito, itu berdasarkan kesepakatan  bersama Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh pemuda, dari tanggal 18 Januari 2018.

“Apakah NS dirugikan? Dan nominalnya berapa yang mereka tahu tentang karang taruna. Jadi disini sangat benar-benar ada dugaan kriminalisasi kepada kita,” terang Warsito.

Padahal, jelas Warsito, selama ini hasil retribusi parkir Pasar Gondang itu mereka realisasikan untuk kegiatan sosial. Seperti perbaikan lapangan, santunan anak yatim, pengajian umum, pengadaan tong sampah untuk warga, dan banyak lagi.

“Semua anggaran dari tahun 2018 sampai 2020, itu semua kita kemas secara rapi di LPJ. Jadi kalau ada pelaporan dugaan penggelapan, itu penggelapan yang mana?,” tutur Warsito heran.

Warsito menduga, apa yang menimpa pengurus karang Taruna Putera Seketi saat ini adalah buntut dari aksi penolakan perjudian togel, yang belakangan gencar mereka lakukan bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pemalang (AMPP).

“Karena apa? disitu juga NS kemarin-kemarin juga pas kebetulan berkaitan dengan penjualan Togel,” ungkap Warsito.

Tuntut Penutupan Togel, Karang Taruna Siap Gerak Bersama Masyarakat Berbagai Wilayah di Pemalang

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah melayangkan surat ke Kapolres Pemalang dan jajaran untuk memberikan perlindungan hukum dan mengkaji ulang laporan dugaan penggelapan tersebut.

“Kami disini sebagai Karang Taruna, merasa dirugikan, dicemarkan nama baiknya,” kata Warsito.

Adanya dugaan kriminalisasi itu, Warsito menegaskan, pihaknya bersama masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, siap melapor ke Propam Mabes Polri.

(Rizqon Arifiyandi/Abimanyu)

Read Previous

Dinas Perikanan Pemalang Pastikan Tidak Akan Bangun TPI Tasikrejo

Read Next

Furcony Putri Dorong Unit Kerja di Setjen DPR Terapkan Manajemen Resiko