21 May 2024, 23:33

Sekretaris HIPMI Jakpus Didakwa Suap Eks Mensos Juliari Peter Batubara

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat periode 2017-2020 sekaligus konsultan hukum, Harry Van Sidabukke didakwa menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara senilai Rp 1,28 miliar.

Harry memberikan uang lantaran mendapat pengerjaan proyek pengadaan sembako terkait penanganan pandemi Virus Corona Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

“Telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi sesuatu yaitu uang seluruhnya sebesar Rp 1.280.000.000, kepada Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial,” kata Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan terdakwa Harry Van Sidabukke, Rabu (24/2/2021).

Dikatakan Jaksa, uang suap itu tidak hanya ditujukan kepada Juliari, melainkan juga terhadap Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengadaan barang/jasa bansos Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos.

Menurut Jaksa, pemberian uang itu Harry menyuap  Harry mendapatkan pengerjaan paket sembako sebanyak 1.519.256 melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude.

Untuk diketahui, pagu anggaran Pengadaan Bantuan Sosial Sembako Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi pada Kementerian Sosial Tahun 2020 adalah bersumber dari APBN Tahun 2020 dengan nilai sebesar
Rp 6.840.000.000.000.

Adapun pelaksanaannya dibagi dalam 12 tahap yakni sejak bulan April 2020 s/d November 2020 dengan jumlah setiap tahapnya adalah sebanyak 1.900.000 paket sembako, sehingga seluruh tahap berjumlah 22.800.000 paket sembako. Dari belasan tahap itu,
PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude tercatat lebih dari enam kali mendapatkan paket pengerjaan bansos.

“Uang tersebut diberikan terkait dengan penunjukan terdakwa (Harry) sebagai penyedia bantuan sosial sembako dalam rangka penanganan Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial Tahun 2020 seluruhnya sebanyak 1.519.256 paket, melalui PT Pertani (Persero) dan melalui PT Mandala Hamonangan Sude,” ucap Jaksa.

Atas perbuatannya, Harry Van Sidabukke didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b dan atau Pasal 13 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Untuk Kemajuan Bumi Cenderawasih, Sudah Saatnya UU Otsus Papua Direvisi

Read Next

Kumpul di Cikeas, Ketua DPD se-Indonesia Minta AHY Pecat Kader Yang Berkhianat