24 June 2024, 17:58

Saksi Ungkap Pertemuan Sekjen PDIP Hasto dan Eks Komisioner KPU

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (ist)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (ist)

daulat.co – Nama Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto disebut dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI terpilih 2019-2024, Senin (13/4/2020). Hasto disebut pernah melakukan pertemuan dengan mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan.

Hal itu terungkap saat ajudan Wahyu Setiawan, Rahmat bersaksi untuk terdakwa Kader PDIP, Saeful Bahri. Awalnya, Hakim Anggota Titi Sansiwi menanyakan pertemuan antara Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristiyanto kepada Rahmat.

“Saudara saksi, pernah tidak Pak Wahyu bertemu dengan pak Hasto Kristiyanto,” tanya Titi Sansiwi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Melalui telekonferensi dari kediamannya, Rahmat menyebut tidak pernah melihat Wahyu Setiawan dengan Hasto kristianto bertemu. “Tidak pernah,” jawab Rahmat.

Namun, hakim Titi tak begitu saja percaya atas pengakuan Rahmat. Pasalnya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rahmat mengaku ada beberapa kali pertemuan antara Wahyu dengan Hasto.

“Di BAP saudara ada beberapa kali,” kata Hakim Titi menimpali.

Merespon hal itu Rahmat lantas membenarkan adanya pertemuan antara Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristianto. Menurut Rahmat pertemuan terjadi saat 2019.

“Itu saat 2019 saat rekapitulasi. Pak Hasto Kristianto dan tim kebetulan sebagai saksi keterwakilan dari DPP PDI Perjuangan datang ke kantor (KPU RI),” ujar Rahmat.

Hakim Titi kemudian mempertanyakan berapa kali pertemuan antara Wahyu dengan Hasto. “Berapa kali bertemunya?,” tanya hakim Titi.

“Seingat saya kalau tidak salah itu sekali, waktu diruangan, waktu istirahat, makan siang,” jawab Rahmat.

“Setelah acara itu?,” cecar Hakim Titi.

“Istirahat, jadi merokok itu biasa, bapak kan meroko,” jawab Rahmat.

Hakim kemudian mendalami lebih lanjut soal pertemuan itu. “Saudara dengar tidak apa yang dibicarakan,” tanya hakim Titi.

Rahmat berdalih tidak mengetahui apa yang dibicarakan antara Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristianto di Kantor KPU RI. “Tidak bu, (pertemuan Hasto dan Wahyu) di dalam, saya ruangannya di luar ruangan bapak (Wahyu),” tutur Rahmat.

Kader PDIP, Saeful Bahri sebelumnya didakwa memberikan suap kepada mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan sekitar 57.350 Dolar Singapura. Suap secara bertahap itu terkait dengan permohonan penggantian paruh waktu (PAW) caleg PDIP Harun Masiku.

“Terdakwa telah memberi uang secara bertahap sejumlah SGD19.000 dan SGD38.350 yang seluruhnya setara dengan jumlah Rp 600.000.000 kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara,” ucap Ronald Worotikan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu membacakan surat dakwaan dalam persidangan yang digelar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta secara daring, Kamis (2/4/2020).

Dikatakan Jaksa, uang yang diterima Wahyu Setiawan melalui orang kepercayaannya yang juga mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina. Uanf diberikan agar Wahyu mengupayakan KPU pusat menyetujui permohonan PAW PDIP dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dapil Sumatera Selatan 1 kepada Harun Masiku.

“Uang tersebut diberikan dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Partai PDI Perjuangan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Dapil 1 Sumsel kepada Harun Masiku Dapil 1 Sumsel,” ujar Jaksa Ronald.

Sejatinya komitmen suap ini sekitar Rp 1,5 Miliar. Dalam dakwaan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto disebut turut menyetujui PAW tersebut.

Atas perbuatan itu, Saeful didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dua Pasien Corona Pemalang Meninggal

Read Next

Tim Gugus Tracking Keluarga Tiga Pasien Positif Corona Baru di Pemalang