24 June 2024, 18:05

Saksi Ungkap Andil Taufik Hidayat di Suap Dana Hibah KONI

Eks Menpora Imam Nahrawi

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan mantan bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat dalam sengkarut suap Dana Hibah KONI dari Kemenpora. Itu didalami jaksa saat pemeriksaan saksi Edward Taufan Pandjaitan dalam persidangan terdakwa Miftahul Ulum, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/3/2020).

Edward yang pernah menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK) Satlak Prima mengaku pernah memberikan uang ke Taufik Hidayat senilai Rp 1 miliar untuk eks Menpora Imam Nahrawi. Pemberian uang itu berasal dari anggaran Satlak Prima. Ucok sapaan Edward mengaku mengenal Taufik Hidayat selaku Wakil Ketua Satlak Prima saat itu.

“Ada, pak Tommy Suhartanto (Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima) langsung di kantor. Intinya Pak Tommy bilang ada keperluan dari Pak menteri tolong disampaikan melalui Pak Taufik Hidayat,” ucap Edward saat bersaksi.

Edward lantas mengkonfirmasi kepada staf khusus menpora Imam Nahrawi, Zainul atas permintaan uang Rp 1 miliar dari Tommy. “Saya konfirmasi ke pak Zainul, jawabnya singkat istilahnya kalau sudah Tommy begitu, laksanakan saja,” ujar Edward.

Edward kemudian melaksanakan perintah Tommy memberikan uang ke Taufik Hidayat dengan memerintah rekannya bernama Aslan Firdaus. Aslan kemudian mengantar uang ke asisten manajer Edward bernama Reiki Mamesah.

“Saya minta tolong teman saya Aslan Firdaus, dia untuk antar pesan Pak Tommy ke Reiki asisten manajer saya,” tutur Edward.

Pun demikian, Edward mengaku tidak mengetahui peruntukan uang tersebut. Sebab, kata Edward, perintah Tommy hanya mengantar uang untuk Imam Nahrawi melalui Taufik Hidayat.

“Tidak dikasih tahu (untuk apa), hanya perintah antar untuk pak menteri melalui Pak Taufik,” ujar Edward.

Terkait pemberian itu, Edward mengkonfirmasi langsung ke Reiki. Menurut Edward, Reiki sudah mengantar uang itu dan diambil oleh Miftahul Ulum selaku Aspri Menpora Imam saat itu.

“Saya antarkan ke Aslan untuk diantar ke Reiki. Reiki cerita bahwa sudah berikan uang di rumah pak Taufik Hidayat. Saya konfirmasi ke Reiki barangnya sudah diambil mas Ulum,” ucapnya.

Tak hanya uang Rp 1 miliar, Edward mengatakan Tommy meminta uang Rp 100 juta untuk Ulum. Uang itu langsung diberikan kepada Tommy.

“Berikan langsung tidak pernah, saya dengan Pak Ulum tidak pernah komunikasi sama sekali, kenal juga nggak, perintah selalu datang ke Pak Tommy. Pak Tommy pernah minta Rp 100 juta untuk Ulum, tidak menyebut keperluan Ulum, saya kasih ke Pak Tommy,” kata Tommy.

Mantan asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum sebelumnya didakwa bersama-sama Imam menerima uang Rp 11,5 miliar. Uang itu untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.

Selain itu, Ulum juga didakwa menerima gratifikasi Rp 8,6 miliar bersama-sama Imam. Uang gratifikasi itu untuk biaya operasional Menpora hingga renovasi rumah Imam.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Periksa Wakil Ketua Dewan Syuro PKB, KPK Dalami Pemberian dan Aliran Uang

Read Next

‘Pisang Terakhir’, Mengajak Manusia Menjadi Pembelajar