23 May 2024, 22:38

Saksi Pastikan Rp 3 Miliar Ke Hotma Sitompul dari Vendor Bansos Atas Perintah Juliari

Hotma Sitompul

Hotma Sitompul

daulat.co – Mantan Kepala Biro Umum Kementerian Sosial (Kemensos) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos, Adi Wahyono tak membantah fee pengadaan Bansos Covid-19 mengalir ke pengacara Hotma Sitompul. Fee dari vendor pengadaan Bansos Covid-19 itu dikumpulkan oleh mantan PPK, Matheus Joko Santoso.

Demikian terungkap saat Adi bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (31/5/2021). Adi menyebut uang yang dikutip dari fee vendor untuk membayar jasa pengacara Hotma sebesar Rp 3 miliar atas perintah Juliari.

Awalnya, kata Adi, dirinya dipanggil Juliari ke ruangannya sekitar bulan Juli atau Agustus. Setibanya di ruangan Juliari, sambung Adi, sudah ada Hotma dan anak buahnya bernama Ikhsan.

“Intinya saya dipanggil beliau, suruh naik ke lantai 2, itu sudah ada Hotma Sitompul dan Ikhsan anak buahnya Hotma, saya diminta untuk menyiapkan uang,” ucap Adi saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan Bansos Covid-19.

Saat meminta disiapkan uang itu, ujar Adi, Juliari mengacungkan 3 jari. Adi saat itu mengira uang yang harus disediakannya senilai Rp 300 juta. Namun ternyata 3 jari yang dimaksud itu senilai Rp 3 miliar.

“Mas tolong siapkan uang segini (Juliari menyodorkan 3 jari),” kata Adi meniru pernyataan Juliari saat itu.

“Saya pikir Rp 300 juta, ternyata Rp 3 miliar,” ditambahkan Adi.

“Kok anda tau Rp 3 miliar?,” tanya jaksa.

“Kan saya tanya pak,” jawab Adi.

Lebih lanjut dikatakan Adi, uang Rp 3 miliar itu untuk membayar jasa Hotma sebagai advokat kasus kekerasan anak. “Untuk bayar (jasa pengacara) kasus rehabilitasi sosial tentang kekerasan anak, saya ngga tau posisi kasusnya karena itu di Direktorat Rehabilitasi Sosial,” ujar Adi.

“Kasusnya disana (Direktorat Rehabilitasi Sosial) tapi minta uangnya ke saudara?,” cecar jaksa.

“Iya,” jawab Adi.

Atas perintah Juliari itu, Adi kemudian mengontak Matheus Joko Santoso. Untuk mengambil dan menyerahkan uang ke Hotma, Adi mengutus Erwin, salah satu penyedia di biro umum. Menurut Adi pemberian uang berlangsung dua tahap.

“(Uang diambil) dari Joko. Ambil uangnya bertahap, 2 kali, 1,5 miliar, 1,5 miliar,” ucap Adi.

“Setelah ada perintah ini baru diambil,” ditambahkan Adi.

“Apa alasan anda meminta uang kepada Joko?,” cecar jaksa.

“Karena Joko yang mengumpulkan uang (fee dari vendor bansos),” jawab Adi.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam persidangan sempat mendalami perintah Juliari tersebut. Kepada hakim Damis, Adi memastikan perintah pembayaran itu datang dari Juliari.

“Siapa yang meminta saudara untuk menyerahkan uang ke pak Hotma?,” tanya hakim Damis.

“Pak menteri,” jawab Adi.

“Betul?,” kata hakim Damis memastikan.

“Betul,” jawab Adi menegaskan.

“Intinya saya disuruh siapkan uang. Saya pikir Rp 300 juta, taunya Rp 3 miliar,” ditambahkan Adi.

Setelah permintaan itu, Adi sempat menawar Hotma. Peristiwa itu terjadi setelah keduanya keluar dari ruangan Juliari. Adi menawar lantaran dirasanya uang fee pengacara senilai Rp 3 miliar itu terlalu mahal.

“Terus saya pas turun kebawah pak hotma keluar saya tawar disitu, ‘pak kok mahal sekali itu’, kitakan susah ini,” ungkap Adi.

Namun, Hotma tak bergeming atas tawaran itu. “Saudara tawar terlalu mahal, apa kata Hotma?,” tanya hakim Damis.

“Enggak pak tetep dia segitu. Karena beliau sudah mengeluarkan beberapa uang operasional,” jawab Adi.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Aspirasi Masyarakat Soal PT Toba Pulp Lestari Mengemuka di Komisi VI DPR, Menteri Investasi Siap Ambil Tindakan

Read Next

Eks Pejabat Kemensos Akui Pernah Diminta Juliari Kutip Fee Rp 10 Ribu Paket Bansos