27 May 2024, 12:41

RUU Minol, Anggota Baleg DPR Tamanuri Tekankan Pentingnya Pengendalian

Anggota Baleg DPR RI Tamanuri - dok DPR RI

Anggota Baleg DPR RI Tamanuri – dok DPR RI

daulat.co – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Tamanuri mengungkapkan dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol) nantinya dirasa perlu untuk mempertimbangkan fokus dalam RUU ini bukan menghapuskan, melainkan mengendalikan minuman beralkohol.

“Banyak sekali masukan-masukan yang sudah kita dengarkan, baik yang setuju maupun yang tidak setuju. Akan tetapi, kita perlu mempertimbangkan bahwa UU yang akan kita bikin ini, bukan menghapuskan tapi mengendalikan soal minuman keras itu,” katanya dia di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Hal itu disampaikan dalam RDPU Baleg DPR RI terkait RUU Minol dengan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GENAM).

Menurut Tamanuri, ada banyak manfaat yang didapat dari minuman beralkohol dari segi ekonomi, meskipun juga memiliki sisi mudhorot dari sisi kesehatan. Oleh sebab itu, nantinya perlu diatur mengenai pengendalian dan batasan-batasan tentang minuman beralkohol tersebut.

“Ini juga banyak manfaatnya ada dari segi ekonomi kita, mudharatnya dari segi kesehatan kita. Akan tetapi kita tidak mau mematikan (industri minol) itu, hanya kita mau mengendalikan batasan berapa persen saja yang bisa kita lakukan,” tambah legislator dapil Lampung II ini.

Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut menilai, pengendalian terhadap minuman beralkohol perlu dilakukan, guna menetralisir kebaikan dan keburukan dari minuman beralkohol yang selama ini terjadi. Sebab, industri dan pemanfaatan minol ini sudah berkembang sedemikian rupa.

“Kalau tidak ada pengendalian, ini berkembang sedemikian rupa. Memang betul kawan-kawan bilang banyak kecelakaan dan segala macam itu akibat minuman keras, akan tetapi kalau kita kaitkan dengan ekonomi kita, karena ini juga secara lokal diproduksi oleh kawan-kawan kita yang ada di daerah-daerah. Oleh karena itu kita sekarang ini membuat aturan ini untuk menetralisir kebaikan dan keburukannya,” ujarnya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Beri Dukungan Nakes Wisma Atlet, Alumni Akpol 2020 Beri Bunga Mawar & Bingkisan Buah

Read Next

Soal Naturalisasi Atlet Asing, Hetifah: Psikologis Atlet Lokal Harus Diperhatikan