24 May 2024, 02:00

Robin KPK Akui Walkot Tanjungbalai ‘Curhat’ Masalahnya di Rumdin Azis Syamsuddin

Wali Kota Tanjungbalai

Wali Kota Tanjungbalai

daulat.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial di rumah dinas (rumdin) Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Pertemuan yang juga dihadiri Azis Syamsuddin itu berlangsung selama 30 menit.

Demikian diungkapkan Robin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021). Dalam pertemuan itu, Syahrial bercerita soal permasalahannya kepada Robin.

“(Pertemuan) setengah jam. Ya dia (Syahrial) menceritakan masalah dia,” ungkap Robin yang mengenakan rompi tahanan KPK.

Saat itu, klaim Robin, dirinya tidak menjanjikan hal apapun kepada Syahrial. “Enggak ada,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pertemuan antara Robin dan Syahrial terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Azis juga meminta agar Robin dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Disinggung soal dugaan keterlibatan Azis itu, Robin berkelit. “Ngga tahu, ngga tahu,” ujar Robin.

Pasca pertemuan di rumah Azis, Robin menindaklanjutinya dengan mengenalkan Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu permasalahannya.

Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Robin dan Markus dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, yang mana teman dari saudara Robin, dan juga Syahrial memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Pembukaan rekening bank oleh Robin dengan menggunakan nama Riefka dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur. Setelah uang diterima, Robin kembali menegaskan kepada Maskur dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK.

Dari uang yang telah diterima oleh Robin dari Syahrial, lalu diberikan kepada Markus sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Markus juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia sebesar Rp 438 juta.

Pasca dugaan suap itu mencuat, Robin mengklaim menyarahkan diri ke Divisi Propam Polri pada Selasa (20/4/2021). Saat itu, diakui Robin, telepon genggam miliknya diset ulang.

“Enggak, enggak (diset ulang oleh Propam Polri). (Diset ulang oleh) saya. Saya,” ujar Robin.

Namun, Robin tak menjelaskan alasannya menset ulang HP miliknya. “Sudah, sudah ya. Makasih ya,” tutur Robin.

Hasil gelar perkara, KPK kemudian menetapkan M. Syahrial, Stepanus Robin Pattuju, dan Maskur Husain sebagai tersangka. Ketiganya dijerat atas dugaan  penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Munarman Ditangkap Densus 88, Polisi: Diduga Terkait Baiat ISIS di Makassar

Read Next

Rentan Covid-19, Kakek Henky Minta Penangguhan Penahanan ke Kejari Tanjung Pinang