23 June 2021, 18:38

Renny Astuti Pertanyakan Data Pertumbuhan & Ekspor Pertanian Kementan, Siapa Yang Menikmati?

Teknologi traktor untuk pertanian

Teknologi traktor untuk pertanian

daulat.co – Anggota Komisi IV DPR RI Renny Astuti mempertanyakan data Kementerian Pertanian yang menyebutkan jika sektor pertanian tumbuh positif dan nilai ekspor pertanian meningkat sepanjang tahun 2020 dan 2021. Pasalnya, data yang menyebut keberhasilan itu belum dinikmati hasilnya oleh petani.

Terutama petani tanaman pangan yang Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) dari awal 2021 sampai saat ini masih dibawah 100. Padahal, Data BPS menunjukkan pertumbuhan sub sektor tanaman pangan pada Triwulan pertama tahun 2021 tercatat tinggi. 

“Saya ingin tahu, siapa yang menikmati pertumbuhan ini, Pak,” tegas Renny dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (9/6/2021) kemarin.

Politisi Fraksi Gerindra itu juga menyoroti penurunan harga gabah yang sering terjadi. Saat wacana impor beras berhembus saja harga gabah di tingkat petani sudah terjun bebas. Renny mengusulkan agar harga dikembalikan menjadi harga dasar gabah (HGD) seperti dulu.

“Karena memberi jaminan keuntungan bagi petani dengan memperhatikan perkembangan harga beras dan biaya hidup tidak lagi menggunakan harga pembelian pemerintah (HPP),” tegasnya.

Terkait soal lain, Renny juga menyoroti pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang jumlahnya hanya sedikit. Menurut legislator dapil Sumatera Selatan I itu, JUT ini sangat diharapkan oleh para petani, untuk memudahkan petani dalam memobilisasi alat pertanian dan mengangkut hasil produksinya.

Renny Astuti - dok DPR
Renny Astuti – dok DPR

Ia mendukung pembangunan JUT karena sangat diperlukan oleh petani. Akan tetapi jika alokasinya terlalu kecil hanya tiga untuk masing-masing anggota, Renny memastikan tidak cukup.

“Apalagi untuk dapil saya yang sebagian besar wilayah pertaniannya harus melalui perairan, tentu akan sulit. Jadi saya minta ditinjau kembali jumlah jalan usaha tani ini,” pungkas Renny. (Sastro)

Read Previous

Vaksinasi Covid-19 Dinilai Langgar Prokes, Gubernur Ganjar Diminta Tanggungjawab

Read Next

Melanggar Pancasila, Arsul Sani Pertanyakan Wacana Penerapan Pajak Bahan Pokok