24 May 2024, 01:56

Rencana Refocusing APBD Pemalang, DPRD: Kami Belum Pernah Diajak Bicara

daulat.co – Pemerintah Kabupaten Pemalang berencana melakukan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rangka merealisasikan harapan masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur dasar masyarakat.

Beberapa instansi dilingkungan Pemkab Pemalang nantinya harus merelakan pos anggarannya dipangkas berdasarkan evaluasi dan perubahan untuk selanjutnya dialihkan untuk perbaikan jalan.

Secara eksplisit, rencana refocusing APBD 2021 disampaikan Bupati Mukti Agung Wibowo usai meresmikan Gedung DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pemalang, Rabu 17 Maret 2021.

Bupati Agung belum menjelaskan secara detail akan dialihkan kemana saja selain untuk perbaikan sarana dan pra sarana infrastruktur di wilayahnya. Ia juga belum menyebutkan berapa total uang APBD berikut anggaran peralihannya dan peruntukkannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Pemalang, Nurul Huda, menyatakan Bupati Agung tidak dapat mengambil keputusan sendiri dalam mengevaluasi dan melakukan perubahan (refocusing) APBD Tahun 2021. Sebab refocusing APBD harus melalui persetujuan DPRD, izin Gubernur dan Menteri Dalam Negeri.

Dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis 18 Maret 2021, politisi PKB itu meminta pihak eksekutif pro aktif berkomunikasi dengan DPRD terkait rencana refocusing anggaran. Secara prinsip, Komisi C yang membidangi keuangan dan ekonomi, tidak mempermasalahan jika postur APBD Pemalang Tahun 2021 akan dievaluasi.

Hanya saja, kata Huda, prosedur dan tahapan serta mekanisme harus tetap ditempuh agar refocusing APBD tidak memunculkan masalah dikemudian hari.

“Kami (DPRD) belum pernah diajak bicara, apalagi duduk bersama untuk membahas rencana refocusing APBD Tahun 2021, kebetulan saya anggota Badan Anggaran, belum pernah ada pembahasan apa-apa,” kata Huda.

Anggota dewan yang tinggal di Pesantren, Ulujami itu menambahkan, dirinya sebagaimana anggota DPRD Pemalang lainnya sepanjang 2020 hingga sekarang tidak pernah mendapatkan informasi refocusing anggaran diperuntukkan untuk perbaikan jalan.

Yang ada, di saat pemerintah tengah berjibaku melawan pandemi, instruksinya adalah refocusing untuk penanganan Covid-19. Saat ini, utamanya refocusing untuk dukungan vaksinasi Covid-19.

“Saya pikir berita refocusing untuk perbaikan jalan, saya belum pernah dengar kabar refocusing untuk perbaikan jalan, istilah refocusing dalam saat ini adalah untuk dampak pandemi Covid-19. Apalagi pemberlakuan sekolah tatap muka sudah dijalankan. Vaksin untuk para guru juga mendesak untuk segera dilakukan,” tutup Huda.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

KPK Tetapkan Tersangka Baru Suap Bantuan Pemprov Jabar ke Pemkab Indramayu

Read Next

KPK Kantongi Bukti Kasus Banprov Jabar ke Pemkab Indramayu dari Kantor Bappeda