29 May 2024, 13:42

Realisasikan Janji Politik, Birokrat Harus Sinkron Dengan Gaya Mukti Agung – Mansur Hidayat

daulat.co – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 02, Mukti Agung Wibowo – Mansur Hidayat (AMAN), membawa sejumlah janji-janji politik yang disampaikan dalam masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemalang Tahun 2020.

Pasangan yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Gerindra itu diketahui unggul atas dua pasangan calon (Paslon) lain versi hitung cepat pada tim internal ketiga Paslon.

Setelah AMAN ‘mendeklarasikan’ kemenangan beberapa saat setelah pemungutan suara, Rabu 9 Desember 2020, Paslon Nomor 01 Agus Sukoco – Eko Priyono dan Paslon Nomor 03 Iskandar Ali Syahbana – Ahmad Agus Wardana, diketahui telah mengucapkan selamat kepada AMAN dan menyatakan legowo.

Pengamat politik Universitas Pancasakti Tegal, Diryo Suparto, mengemukakan, beberapa pekerjaan rumah yang harus ditunaikan pasangan AMAN adalah janji-janji yang disampaikan pada masa kampanye. Dimana secara garis besar janji politik itu terangkum dalam tagline ‘Mbangun Desa Nata Kota’.

Dalam mewujudkan program yang dijanjikan dalam visi – misi dan janji kampanye, ia meyakini akan mengalami banyak perubahan. Hal itu tidak lepas dari figur atau pribadi Mukti Agung Wibowo dan Mansur Hidayat.

“Program dan gaya kepemimpinan yang dibawa nantinya akan berbeda dengan penguasa sekarang,” ucap Diryo dalam keterangannya kepada daulat.co, Jumat 11 Desember 2020.

Menurutnya, Program Mbangun Desa Nata Kota akan dilaksanakan dengan sentuhan inovasi dan terobosan baru. Diryo merujuk bagaimana janji politik yang pernah disampaikan ke masyarakat, yakni mengenai Desa Wisata (Dewi), Desa Sinergi (Desi), Desa Digital (Dedi) dan Kota/Kawasan Industri (Koin).

Untuk mewujudkannya, lanjut dia, birokrat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang beserta jajarannya harus mampu dan sinkron dengan gaya kepemimpinan bupati terpilih.

Selanjutnya, bersama-sama berlari mengejar apa saja yang kemarin belum dilaksanakan dan program program unggulan yang nantinya mampu mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan masyarakat Pemalang.

Tidak kalah penting, masih kata Diryo, partai politik, organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat dan komponen lainnya, mengawal proses jalannya pemerintahan.

“Perlu adanya support dari semua elemen masyarakat baik wartawan, LSM maupun stakeholder lainnya agar pemerintahan yang akan datang mampu merealisasikan program dan pembangunan di Kabupaten Pemalang,” pungkas Diryo Suparto.

(Sumitro)

Read Previous

Menang Lawan Kotak Kosong, Cawabup OKU Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Read Next

Ehm! Beberapa Kepala Dinas Mulai ‘Merapat’ ke Mukti Agung