21 May 2024, 23:32

Razia Prostitusi Berkedok Warkop, Satpol PP Pemalang Dapati PSK Tengah Hubungan Intim

Petugas Satpol PP Pemalang tengah meminta keterangan warga penghuni Wisata Calam dari hasil razia

Petugas Satpol PP Pemalang tengah meminta keterangan warga penghuni Wisata Calam dari hasil razia

daulat.co – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang menggelar operasi atau razia di sejumlah tempat warung kopi yang diduga menjadi kedok praktik prostitusi, Rabu 23 Juni 2021. Salah satunya warung-warung yang berada di sebelah Utara Terminal Induk Pemalang yang dikenal sebagai Wisata Calam.

Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pemalang, Agus Mulyadi, saat dikonfirmasi wartawan menerangkan, razia tersebut dilaksanakan dalam upaya cipta kondisi di Kabupaten Pemalang.

Razia dilaksanakan pada Rabu pukul 22.00 sampai dengan 01.00 WIB atau Kamis dini hari. Saat menggeledah, personil Satpol PP Pemalang mendapati praktik prostitusi dan mendapati pekerja seks komersil (PSK) tengah berhubungan intim dengan pria hidung belang.

“Dari hasil razia, kita amankan 6 orang. Posisi ada yang sedang berhubungan, ada yang dicegat,” kata Agus kepada wartawan,” Kamis (24/6/21) siang.

Para PSK itu kemudian diangkut ke Kantor Satpol PP Pemalang. Pagi tadi, satu per-satu PSK dilakukan penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Pemalang.

“Saat saya sidik mereka mengakui melakukan pelacuran, menjual dirilah. Rata-rata umur 25 tahun sampai 30 tahun,” tutur Agus.

Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Jatirejo Pemalang, Kenapa Dibiarkan?

Dari hasil penyelidikan, para PSK terbukti melakukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2019 tentang penanggulangan pelacuran di kabupaten pemalang dengan hukuman tindak pidana ringan (tipiring) dan teramcam kurungan paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 Juta.

“Berkas hasil penyelidikan keenam orang tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pemalang, besok pagi akan di lakukan sidang tindak pidana ringan,” jelas Agus.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Pengembangan Pelabuhan Anggrek Gunakan Pendanaan Kreatif Non APBN

Read Next

Kemenag: 26 Asrama Haji Siap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19