23 June 2024, 11:12

Putus Mata-Rantai, Pemerintah Didesak Buka Peta Persebaran Corona

daulat.co – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendesak Pemerintah untuk membuka peta persebaran virus corona ke publik. Hal ini penting dilakukan agar publik tahu sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya mendesak pemerintah mempublikasikan peta persebaran virus Corona. Masyarakat sangat perlu mengetahui peta persebaran itu, agar dapat menghindari dan berbuat sesuatu untuk memutus mata rantai penyebarannya,” tegas Saleh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, Pemerintah sudah lama menggaungkan perang melawan Covid-19. Namun hingga kini belum tahu petanya sudah sampai ke mana virus ini menginfeksi anak bangsa. Yang ada hanya data provinsi yang warganya terinfeksi Covid-19. Sementara pergerakan dan data orang-orang yang ODP dan PDP tidak diketahui.

“Padahal, mereka yang status ODP dan PDP ini sangat penting untuk dijaga dan diwaspadai,” kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI itu.

Saleh yang juga Wakil Ketua MKD DPR mengungkapkan, dalam rapat kerja gabungan bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menkes, Menaker, dan Kepala BP2MI, Kamis (3/4) lalu, dirinha sudah menyampaikan bahwa masalah ini harus dijadikan prioritas.

“Kala itu, Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo menyebut bahwa masalah itu bisa ditangani secara cepat dengan menggunakan teknologi. Masalahnya, katanya terkendala dengan persoalan hukum menyangkut kerahasiaan data pasien,” kata Saleh.

Kemenkes, lanjutnya, harus memberikan data-data tersebut ke Gugus Tugas. Bila hanya sekedar nomor telepon, dipastikan tidak melanggar hukum. Nama, alamat, dan identitas pasien tidak disebutkan sama sekali. Dalam hal ini, sifat menjaga kerahasiaan medis tetap terjaga.

“Menurut IDI, membuka identitas pasien Covid-19 tidak membuka rahasia medis. Bahkan, nama dan alamatnya pun boleh dibuka. Apalagi ini dimaksudkan untuk menjaga kepentingan kesehatan publik. Teknologi yang disebut Pak Doni waktu itu adalah dengan mendata semua nomor HP yang positif, PDP, dan ODP”

“Dengan teknologi yang ada, akan bisa dilakukan tracing (pelacakan) pergerakan dan perpindahan HP. Dari situ lalu kemudian bisa dirumuskan petanya. Sederhananya seperti itu. Saya kira, aplikasi tentang itu sudah ada,” sambung Saleh.

Peta persebaran virus, menurut legislator dapil Sumatera Utara II ini, harus segera dibuat. Bangsa sedang berburu dengan waktu. Apalagi, menurut prediksi BIN, puncak penyebaran virus Corona adalah pada bulan Juli, dimana akan tercatat 106.287 kasus.

“Kita harus bekerja keras agar prediksi ini tidak terjadi. Semua pihak harus berpartisipasi memutus mata rantai penyebarannya,” demikian Saleh.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Pasien Positif Corona Sudah Diperbolehkan Pulang, RSUD Pemalang Laporkan Perkembangan ke Tim Gugus Tugas

Read Next

Perilaku Jubir Dinilai Belum Piawai Mengelola Komunikasi