20 May 2024, 23:15

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Fokus Sediakan Sembako Harga Stabil

daulat.co – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengungkapkan jika kondisi ekonomi Indonesia mengalami perbaikan. Hal itu dibuktikan dengan pembelian di dalam negeri yang mengalami peningkatan.

“Kajian Markplus yang dipublikasikan sebelumnya menunjukkan beberapa kategori produk digital, fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, serta perlengkapan rumah tangga banyak mengalami peningkatan,” ucap Oke Nurwan dalam diksusi ‘Keyakinan Konsumen Kembali Optimis’ yang di FMB9ID_IKP, Rabu (19/5/2021).

Menurutnya, salah satu kunci utama pemulihan dan ketahanan ekonomi Indonesia terletak pada keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan kasus Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi. Dalam hal pemulihan ekonomi secara menyeluruh, Kementerian Perdagangan memfokuskan upayanya untuk menyediakan bahan makanan pokok dengan harga stabil.

“Dan mendampingi UMKM untuk meningkatkan kapasitasnya,” kata Oke.

Menilik indikator-indikator ekonomi, berbagai lembaga keuangan seperti IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkisar pada 4,5-5% tahun ini. Selain pengendalian Covid-19 dan vaksinasi yang mendorong perekonomian Indonesia menuju positif, faktor pendukung lain yakni konsumsi, produktivitas industri, dan ekspor-impor.

“Perbaikan kegiatan industri bisa
dilihat dari indeks PMI manufaktur menunjukkan angka 55,25% meningkat dari kuartal keempat 2020. Peningkatan juga merata di hampir seluruh komponen pembentuk indeks PMI manufaktur,” ujar Oke.

Hal tak jauh berbeda disampaikan Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan. IPSOS Indonesia juga telah melakukan survei di enam negara ASEAN Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

“Menariknya, di dua kali survei menunjukkan bahwa konsumen Indonesia yang paling optimis akan adanya pemulihan ekonomi dalam enam bulan ke depan,” kata Soeprapto.

Pada survei pertama IPSOS di periode September 2020 optimisme konsumen Indonesia menunjukkan angka 75 persen dan survei kedua bulan Februari 2021 menunjukkan angka optimisme
hingga 76 persen. Soeprapto meyakini optimisme konsumen di Indonesia tumbuh karena salah satunya pemerintah memberikan stimulus ekonomi yang tepat selama pandemi.

“Saya kira program-program stimulus dan bantuan dana tunai yang dilakukan pemerintah ditambah program vaksinasi sangat berpengaruh dalam optimisme konsumen Indonesia,” ungkap Soeprapto.

Dalam survei IPSOS, ada tiga kategori yang tergolong stabil dalam menyokong
perekonomian Indonesia. Pertama adalah makanan dan minuman, kedua personal care, dan cleaning product. Selain itu kategori produk konsumsi seperti sektor pakaian, restoran dan cafe, serta travel.

“Ini memang sejalan dengan inisiatif Kemenparekraf yang mendorong agar industri hotel restoran dan cafe bergerak di masa pandemi ini,” ucap Soeprapto.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Ini Skema Penerapan Prokes Covid-19 Pada Seleksi CAT BKN 2021

Read Next

Bangun Jejaring Guna Sukseskan Desa Wisata, Youth Pemalang Bersua ke Bopo Djoened