27 May 2024, 14:08

Public Hearing BPNT Pemalang: Tunda Lagi, Tunda Lagi

Pedum Program Sembako 2020

Pedum Program Sembako 2020

daulat.co – Ketua DPRD Pemalang Agus Sukoco kembali memastikan pelaksanaan public hearing mengenai kisruh Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ditunda. Kepastian itu disampaikan dia melalui pesan WhatsApp kepada daulat.co, Rabu 6 Mei 2020 malam.

“Public hearing tidak jadi besok, masih saya tunda,” terangnya singkat.

Sebelum ini, seperti halnya ‘kepastian’ ditunda, pada Senin 4 Mei 2020 Ketua DPRD Agus Sukoco kepada wartawan juga memastikan pelaksanaan public hearing atau rapat dengar pendapat public dilaksanakan pada Kamis 7 Mei 2020.

Beberapa hari sebelumnya, DPRD Pemalang juga mengagendakan public hearing pada Kamis 30 April 2020. Namun karena ada kegiatan mendesak lain berkenaan dengan penanganan Covid-19, public hearing ditunda.

Saat itu, penundaan dilakukan karena mementingkan rapat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dirasa lebih mendesak. Karenanya pelaksanaan kemudian diputuskan dijadwalkan ulang.

Untuk penundaan public hearing Kamis besok, Ketua DPRD mengatakan karena bertepatan dengan tanggal merah. Dimana diketahui tanggal 7 Mei 2020 merupakan Hari Raya Waisak 2564.

“Besok hari libur, tidak (hal lain), karena besok hari libur saja,” ucap Agus Sukoco.

Sekedar diketahui, baru-baru ini Ketua DPRD Pemalang H Agus Sukoco, melakukan inspeksi mendadak Program BPNT di Kecamatan Pemalang. Hasilnya, ditemukan dugaan penyalahgunaan yang dilakukan pihak-pihak tertentu hingga merugikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam sidak di Desa Banjarmulya misalnya, ditemukan salah satu varian BPNT yakni telur dihargai Rp 2.000 per butir. Selain kejanggalan harga komoditas dan kualitas sembako, Ketua DPRD juga menemukan adanya pemotongan sebesar Rp 15.000 oleh agen ke tiap KPM.

“Telur harusnya dijual dengan harga sesuai timbangan, bukan satuan. Kalau dipatok harga satuan jelas jauh lebih mahal,” tegas Agus Sukoco.

(Sumitro)

Read Previous

Eks Caleg PDIP Saeful Bahri Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Read Next

Eks Kepala BPJN XII Pastikan Tak Berperan Menangkan PT HTT