20 May 2024, 22:58

PT ABP Pemalang Pulangkan Jenazah ABK asal Buton Yang Meninggal Di Taiwan

daulat.co – PT Anugrah Bahari Pasifik (ABP) Pemalang akhirnya memulangkan jenazah awak buah kapal (ABK) atas nama Satrian Ndikele ke Indonesia. Jenazah yang meninggal dunia di negara penempatan Republik Fiji telah diterima pihak keluarga di Buton,  Sulawesi Tenggara pada Jumat, 19 Juni 2021.

Berdasarkan surat dari KBRI di Sufa, Republik Fiji, Satrian yang lahir pada 26 Agustus 1994 meninggal dunia pada tanggal 20 Maret 2021, berdasarkan sertifikat kematian Nomor 301655 yang dikeluarkan oleh Kantor catatan sipil Fiji dengan penyebab kematian adalah pendarahan pada organ pencernaan bagian atas.

Berita acara serah terima jenazah dilakukan secara langsung oleh Direktur Perusahaan manning agency PT. Anugerah Bahari Pasifik, Hengki Wijaya kepada ayah almarhum, Syarifudin selaku perwakilan keluarga di Bandara Haluoleo Kendari.

Dalam penyerahan jenazah juga disaksikan oleh Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila (B2P3), Jamalauddin Suryahadikusuma dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Syahrul.

Dalam kesempatan itu, Hengki Wijaya mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu kepulangan jenazah Satrian Ndikele.

Ia menuturkan, Satrian berangkat ke Busan, Korea Selatan melalui PT ABP pada 19 Agustus 2019 dan berlayar menggunakan KM Lucky Ocean nomor 188 berbendera Vanuatu. Dan, pada tanggal 21 Februari 2021, pihak perusahaan mendapatkan kabar duka bahwa Satrian Ndikele telah meninggal dunia di Taiwan.

Sebelum meninggal yang bersangkutan sempat menghisap rokok dan saat dibangunkan untuk sarapan, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan berita acara yang disampaikan kapten kapal, almarhum meninggal akibat sakit perut dan diberikan izin untuk istirahat.

“Karena situasi Covid-19 dan hukum internasional jenazah sempat tertahan. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan dari semua pihak, akhirnya kami dapat memulangkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga di Buton,” kata Hengki kepada wartawan, Sabtu, 19 Juni 2021.

Ketua B2P3 Jamalauddin Suryahadikusuma mengungkapkan, tertundanya pemulangan jenazah Satrian Ndikele dikarenakan adanya kebijakan penutupan perbatasan dan penerbangan internasional yang diterapkan oleh Pemerintah Fiji sejak Mei 2021.

Selain pemulangan jenazah Satrian, B2P3 juga berhasil memulangkan 170 ABK yang terkatung-katung di laut selama lebih dari 2 tahun. Setelah melalui upaya diplomasi intensif antara Kemenlu dengan otoritas di Fiji barulah keluar izin turun kapal (sign off) dan penerbangan repatriasi jenazah bersama 170 ABK lainnya.

Anggota Satgas TKI Terancam Hukuman Mati era Presiden SBY ini menambahkan, meski proses pemulangan jenazah selama 4 bulan, Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila, terus mengawal upaya pemulangan Jenazah.

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan pihak medis, jenazah meninggal bukan karena Covid-19 sehingga dapat diizinkan untuk dipulangkan ke tanah air.

“PT ABP terus berupaya meminta kepada pemilik kapal agar jenazah dapat dipulangkan secara utuh. Meski sebelumnya beberapa negara untuk masuk sign off tidak memungkinkan pemulangan jenazah secara utuh,” kata Jamal.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Ahmad Muzani Bilang, Pemimpin Harusnya Tidak Hanya Bermodalkan Popularitas

Read Next

Deklarasi Presiden Tiga Periode Tidak Sesuai Konstitusi