16 May 2021, 21:06

Prostitusi Calam, Ambowetan, Comal Baru Sampai Wisma Klasik Langsung Dioperasi

daulat.co – Puluhan botol minuman keras berhasil diamankan Oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Bulan Ramadan Tahun 2021, Selasa, 27 April 2021.

Operasi Pekat Satpol PP menyisir empat titik tempat prostitusi yang diduga masih beroperasi di bulan ramadan. Menyusul dikeluarkannya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Pemalang yang berisi penutupan tempat hiburan malam selama bulan ramadan.

Titik pertama, warung remang-remang Calam di Utara Terminal Pemalang, namun tidak menemukan satupun warung yang buka. Titik kedua, di warung remang-remang Jatirejo, Kecamatan Ampelgading juga tidak ada satupun yang buka, diduga operasi telah bocor.

Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Jatirejo Pemalang, Kenapa Dibiarkan?

Baru di titik ketiga, kompleks warung remang-remang Ambowetan, Kecamatan Comal belasan petugas Sapol PP dan anggota komisi A DPRD yang ikut dalam oprasi tersebut menemukan beberapa warung masih buka. Petugas mengamankan puluhan miras berbagai merek di salah satu warung tersebut.

Selain miras, ada 4 laki-laki dan 3 perempuan yang diduga sebagai PSK di lokasi tersebut. Petugaspun mendata dan menyita identitas mereka, dan meminta untuk datang ke esokan harinya ke Kantor Satpol PP Pemalang.

Plt Kasatpol PP Pemalang, Achmad Hidayat mengatakan operasi yang digelar malam itu berdasarkan laporan masyarakat.

“Sementara ini kita lakukan pembinaan, kita upayakan langkah persuasif terlebih dahulu kita bina dan kita data. Jika nantinya mereka mengulangi lagi, terpaksa harus diamankan, muaranya tipiring,” katanya.

Kasatpol PP berharap para pengusaha tempat hiburan malam mematuhi aturan untuk tutup sementara di Bulan Ramadan.

“Bukan kita membatasi ruang gerak untuk mencari nafkah, tapi lagi-lagi kami menegakan aturan Perbub 21 tahun 2016 tentang penyelenggaraan hiburan malam. Yang didalamnya mengatur tempat hiburan malam tutup selama bulan suci Ramadan,” ungkapnya.

Petugas lalu melanjutkan ke titik terakhir, yakni tempat karaoke Wisma Klasik, di Kelurahan Beji, Kecamatan Taman. Di sana petugas mendapati satu perempuan berpakaian minim yang mencurigakan.

Akan tetapi, di lokasi tersebut tidak mendapati aktivitas hiburan karoke yang beroperasi, sebagaimana laporan masyarakat sebelumnya.

Anggota Komisi A DPRD Pemalang, Nurkholis yang ikut memantau operasi malam itu menyampaikan, yang dilakukannya itu sebagai fungsi pengawasan secara langsung kinerja Satpol PP sebagai salah satu mitra Komisi A.

Aparat Satpol PP Pemalang tengah menyita sejumlah botol minuman keras

“Fakta di lapangan kita lihat adanya miras dan beberapa warung remang-remang yang masih buka. Dilakukan penyitaan dan pendataan, lalu sang pemilik warung, dan adik-adik yang kedapatan ada disana. Pemilik miras juga dipanggil,” ungkapnya.

Nurkholis menyayangkan, operasi di Warung remang-remang Comal Baru, Jatirejo, Ampelgading diduga bocor.

“Kami dapat laporan hari-hari biasa kemarin masih rame, tapi ini kok sepi. Ada dugaan rencana operasi bocor,” pungkasnya.

Lebih lanjut, DPRD Pemalang khususnya Komisi A akan mendukung penuh upaya penanggulangan penyakit masyarakat oleh Satpol PP.

“Namun juga kita akan dorong penegakan hukumnya agar ada efek jera,” ucapnya.

Selain Nurkholis, Anggota komisi A DPRD lainnya, Masrukhin Ahmadi juga ikut dalam operasi Pekat malam itu.

(Abimanyu)

Read Previous

Kuasa Hukum Juliari Ungkap Kejanggalan Dakwaan Jaksa

Read Next

Aziz Syamsudin Harus Menyadari, Sikap & Tindakannya Melekat Dalam Kapasitas Pimpinan DPR