22 May 2024, 00:07

Program KB Terintegrasi Kota Surabaya Bisa Dicontoh Daerah Lain

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar – dok DPR

daulat.co – Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX mengapresiasi capaian Pemerintah Kota Surabaya dalam menyukseskan program KB. Program KB di Kota Surabaya diitegrasikan dengan program Konselor Sebaya di sekolah-sekolah, terhubung degan Pusat Perbelanjaan Keluarga yang ditujukan bagi keluarga, serta Kampung Pendidikan yang mengedukasi masyarakat.

“Kalau saya berpendapat memang ini (penerapan program KB) yang terbaik untuk di seluruh Indonesia. Dari semuanya, mulai dari Bina Keluarga Balitanya, Bina Keluarga Remajanya, sampai kepada Bina Keluarga Lansia,” terang Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, usai pemaparan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/1/2020).

Menurut politisi Fraksi PKS itu, melalui berbagai terobosan, Kota Surabaya juga berhasil mengendalikan populasi penduduk melalui ketahanan keluarga. Hal ini menjadi penting, mengingat Indonesia akan menghadapi bonus demografi di tahun-tahun mendatang.

“Kalau tidak dikendalikan dan mengambil manfaat dari bonus demografi. Saya kira di tahun 2030 atau 2035 kita bukan hanya mendapat bonus demografi, tapi bahaya demografi, karena tidak bisa mengendalikannya,” kata dia

Tim Kunspek Komisi IX DPR RI ke Kota Surabaya sangat mengapresiasi program pengendalian penduduk dan ketahanan keluarga yang telah diterapkan di Kota Surabaya dalam rangka menyambut datangnya bonus demografi di tahun-tahun mendatang. Ia berharap penerapan Program KB di Surabaya dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan, Program ketahanan keluarga yang diterapkan di Kota Surabaya sangat penting. Karena akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak yang kelaknya akan meneruskan estafet bangsa. Apapun yang terjadi di negara ini kedepannya, akan bergantung pada pendidikan terhadap anak-anak.

“Saya selalu sampaikan kepada masyarakat Surabaya, keberhasilan kita adalah saat kita bisa membuat anak-anak kita berhasil dan sukses. Penanganan yang kita lakukan terhadap anak, harus komprehensif. Jadi tidak bisa dari sisi ayah, ibu atau anaknya saja. Makanya ketika ada masalah kita penanganannya semuanya,” katanya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Suap Proyek Pembangunan Masjid Agung, KPK Tahan Bupati Solok Selatan

Read Next

Penyidik KPK Novel Basedan Dapat Penghargaan Antikorupsi Internasional