29 May 2024, 12:36

Program Jateng Dirumah Saja, HKTI Ajak Masyarakat Berkebun di Pekarangan Rumah

Ketua Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah Heriwanto

Ketua Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah Heriwanto

daulat.co –  Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Tengah menyambut baik program Gubernur Ganjar Pranowo dalam rangka menangani penyebaran Covid-19. Program dimaksud adalah Gerakan Jateng Dirumah Saja dan diberlakukan pada akhir pekan ini, Sabtu – Minggu (6-7/02/2021).

Program Jateng di Rumah Saja dilakukan dengan menutup tempat-tempat yang berpotensi mengundang kerumunan seperti di pasar, kafe, restoran, ataupun pusat perbelanjaan. Sementara untuk objek vital lainnya seperti fasilitas kesehatan ataupun kendaraan masih diizinkan beroperasi.

“Kami sangat setuju, hal ini mengingat jumlah khasus hampir setiap hari meningkat. Kita prihatin banyak tenaga medis yang gugur.  Kita dukung, kita bantu sosialisasi ke jaringan khususnya Pemuda Tani HKTI Se Jawa Tengah,” tegas Ketua Pemuda Tani HKTI Jawa Tengah Heriwanto dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis 4 Februari 2021.

Menurutnya, Gerakan Jateng Dirumah Saja dapat menekan angka penularan Corona di seluruh daerah di Jawa Tengah. Sebab melalui program tersebut, kegiatan masyarakat yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19 ditekan. Program ini juga disebutnya dapat memunculkan kesadaran pada masyarakat.

“Kita jalani saja aturan pak gubernur dengan baik, saya menghimbau masyarakat kita di rumah dua hari gunakan untuk berkebun. Kita nanem apa saja, insya-Allah bermanfaat,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Program Jateng Dirumah Saja tertuang dalam surat edaran Nomor 443.5/000/933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah.

Gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan gerakan bersama seluruh komponen masyarakat di Jawa Tengah dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. Dimana masyarakat diminta untuk di rumah saja, dan tidak melakukan kegiatan di luar lingkungan rumah masing-masing.

Ada beberapa pengecualian bagi kegiatan masyarakat dimaksud. Seperti kegiatan dibidang kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan menjadi objek vital nasional

(Faqih Normansyah)

Read Previous

SKB Soal Seragam Sekolah Diteken, Pemda Diberi Tenggat 30 Hari Cabut Perda Intoleran

Read Next

Jembatan Rembun Amblas, Jalur Pantura Pemalang – Pekalongan Macet Parah